Masuk Musim Hujan, Warga Bogor Diimbau Waspada Pohon Tumbang

Haryudi, Koran SI · Senin 02 November 2020 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 02 338 2303015 masuk-musim-hujan-warga-bogor-diimbau-waspada-pohon-tumbang-9N6COK0gZ3.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

BOGOR - Insiden pohon tumbang terjadi di wilayah Kota Bogor sejak pagi ini Senin 2 November 2020. Pohon tumbang terjadi di empat titik dan mengakibatkan empat orang luka. Di musim hujan disertai angin kencang yang mulai menerjang Jabodetabek, Pemkot Bogor mengimbau warganya tidak melakukan hal-hal merusak yang berujung  keroposnya batang pohon.

Kepala BPBD Kota Bogor, Priyatna Syamsah menjelaskan, kejadian pohon tumbang yang pertama terjadi di Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal pada pagi hari pukul 07.00 WIB, tepatnya di depan Kantor BPJS Kesehatan.

Insiden pohon tumbang tersebut melukai dua orang, yakni Sasmita (50) dan Hari hariyadi (40). Lalu, kejadian yang kedua terjadi di Jalan Juanda, Bogor Tengah. Kejadian yang ketika terjadi di Jalan Dadali, Tanah Sareal dan menimpa sebuah mobil Daihatsu Terios milik warga.

Dan kejadian terakhir terjadi di Kampung Tajur, Bogor Selatan. Priyatna menyatakan, dari empat titik tersebut terdapat empat orang alami luka ringan dan berat. “Korban yang mengalami luka dari kejadian di Jalan Ahmad Yani dan Juanda,” kata Priyatna ketika dikonfirmasi.

Secara terpisah, Kepala Bidang Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Pertamanan dan Pemukiman (Disperumkim), Febi Darmawan memaparkan sudah ada 666 pohon di Kota Bogor yang sudah didata dan diberi Kartu Tanda Pohon (KTP).

“Yang ber-KTP ada 666 pohon, tersebar di Kecamatan Tanah Sareal, Bogor Tengah di sekitar sistem satu arah (SSA), Bogor Utara, dan Bogor Selatan. Saat ini kita tengah mendata 150 pohon lagi di Bogor Timur untuk diberi KTP,” ujar Febi.

Febi menjelaskan, sejumlah pohon yang kropos terjadi akibat terserang hama, serta akibat ulah tangan manusia. Seperti kebiasaan warga memaku pohon untuk memasang iklan, atau melakukan pembakaran di dekat pohon yang dapat membuat bagian bawah pohon menjadi kropos.

Baca Juga : 408 Wisatawan Reaktif Covid-19 Hasil Rapid Test di Jabar Selama Libur Panjang

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat untuk turut menjaga pohon demi keselamatan bersama. Baik pohon kecil, maupun yang besar. “Tolong jaga apa yang sudah tumbuh dengan baik. Mohon untuk tidak membakar sampah, tidak memaku atau menyakiti pohon, serta kami minta warga untuk tidak berteduh di bawah pohon rindang,” tutupnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto turut memantau proses penebangan pohon di Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal.

Sebagai warga Bogor, Bima Arya meminta warga untuk menghindari jalan di mana banyak titik-titik rawan pohon tumbang. “Seperti di Jalan Ahmad Yani, Jalan Pemuda, Jalan Pajajaran, dan Jalan Juanda. Itu titik-titik rawan,” ujarnya.

Karena jalan tersebut merupakan jalan protokol, untuk itu dia meminta masyarakat untuk tidak melintas di jalan-jalan tersebut ketika cuaca buruk terjadi.

Seperti hujan deras dan angin kencang yang kerap melanda Kota Bogor belakangan ini. Meski demikian, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor turut mengawasi pohon mana yang perlu diawai dan mana yang perlu ditebang.

Sementara itu, terkait korban luka akibat pohon tumbang hari ini, Bima Arya menyatakan akan memberi santunan kepada para korban. “Ada santunan, ada asuransi. Aturan dari kita begitu,” ujarnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan rata-rata kecepatan angin di wilayah Bogor meningkat selama puncak musim hujan. Peluang bencana puting beliung masih akan terjadi pada November 2020.

Kepala Stasiun Meteorologi Citeko, Asep Firman menuturkan, kecepatan hembusan angin rata-rata pada Oktober hingga November berkisar 30 hingga 40 kilometer per jam. Kecepatan itu kerap meningkat bersamaan hujan yang intensitasnya terjadi menjelang petang hingga malam.

"Kecapatan angin pada Senin siang tadi, kencang dengan kecepatan 40 kilometer per jam dan masih berlangsung hingga Senin malam," kata Asep.

Berdasarkan data Stasiun Klimatologi BMKG, hingga pekan kedua Oktober 2020 tercatat sebanyak 16 kali hembusan angin di atas rata-rata normal (50 km/jam). "Bencana angin kencang masih berpeluang terjadi hingga akhir November seiring masih berpeluangnya puncak musim penghujan di wilayah Bogor,” papar Asep.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini