La Nina, Anies Ingatkan Sistem Drainase Jakarta Miliki Ambang Batas

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 04 November 2020 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 338 2303904 la-nina-anies-ingatkan-sistem-drainase-jakarta-miliki-ambang-batas-s0j6rBcKth.jpg Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Foto: Humas Pemprov DKI)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan jajarannya adanya fenomena La Nina yang mengakibatkan curah hujan yang meningkat. Di sisi lain, kata Anies, sistem drainase di Ibu Kota mempunyai ambang batas.

"Fenomena La Nina menyebabkan curah hujan yang jauh lebih intensif dari pada biasanya. Perlu saya sampaikan di sini, sistem drainase kota Jakarta memiliki ambang batas," kata Anies saat memimpin apel kesiapsiagaan musim hujan di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (4/11/2020).

Anies menerangkan, drainase Jakarta rata-rata memiliki kapasitas maksimal untuk menampung air 100 mm per hari. Namun, lanjut dia, ada juga drainase yang hanya mampu menampung 50 mm, 70 mm, hingga 150 mm per harinya.

"Karena itu, apabila turun hujan dengan curah di bawah 100 maka kita harus memastikan Jakarta aman, tidak ada banjir. Di sisi lain, apabila curah hujan berada di angka di atas 100 seperti pada awal tahun ini di Bulan Januari kita mengalami curah hujan sebesar 377 mm per hari. 3,7 kali lipat dari kapasitas yang dimiliki. Sehingga mau-tidak mau air akan tergenang, terjadilah banjir," jelas dia.

Mantan Mendikbud itu menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta bertanggungjawab untuk keselamatan warga saat terjadinya bencana banjir. Selain itu, banjir juga diupayakan bisa surut dalam enam jam.

"Tanggung jawab kita menyiapkan seluruh kekuatan untuk bisa mengeringkan dalam waktu kurang dari 6 jam," tuturnya.

Anies juga mengingatkan penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam setiap kegiatan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Menurut dia, petugas hingga pengungsi banjir wajib menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Bahkan perahu-perahu yang disiapkan di sini sudah diberi tanda, perahu-perahu untuk mereka yang menjalani isolasi mandiri, mereka yang sedang melakukan isolasi, mereka yang terpapar dibedakan dengan perahu untuk masyarakat yang tidak terpapar," tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini