Guru Ngaji Dibunuh Suami Pembantunya karena Hutang, Begini Awal Ceritanya

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 04 November 2020 20:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 338 2304306 guru-ngaji-dibunuh-suami-pembantunya-karena-hutang-begini-awal-ceritanya-ym8O9faF7E.jpg Lokasi ditemukannya mayat guru ngaji di Bogor (foto: Okezone.com/Putra RA)

BOGOR - Polisi menangkap pelaku pembunuhan guru ngaji Athiqotul Mahya (28) di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (4/11/2020). Pelaku yang berinisial K alias A itu nekat membunuh korban karena sakit hati terkait persoalan utang piutang.

Kapolsek Cibinong, AKP I Kadek Vemil mengatakan, utang piutang itu berawal saat pelaku meminta uang sebesar Rp500 ribu kepada korban. Dengan alasan, uang itu digunakan untuk menyewa mobil rental.

"Pelaku ini kerjannya sopir rental, sopir serabutan lah. Pelaku mohon kepada korban pinjem uang pertama Rp500 ribu, uang itu pengakuannya buat DP rental mobil mau pergi keluar daerah, yang rencananya dapet uang abis keluar daerah itu," kata Kadek, kepada wartawan, di Mapolsek Cibinong.

Baca juga:

Tak Ada Kekerasan Seksual terhadap Guru Ngaji yang Tewas Dibunuh   

Pelaku Bunuh Guru Ngaji karena Sakit Hati Ditagih Utang Rp1 Juta

Guru Ngaji Tewas di Sumur, Ternyata Dibunuh Suami Pembantunya

Setelah itu, pelaku kembali meminjam uang kepada korban dengan jumlah yang sama yakni Rp 500. Namun, korban memberikan tenggat waktu selama satu minggu untuk segera mengembalikannya.

"Setelah itu pinjem lagi Rp 500 ribu. Seminggu setelahnya rencana dikembalikan. Jadi waktu pinjam uang, pelaku minta jangan disampaikan ke istrinya yang pembantu rumah tangga korban," jelas Kadek.

Seminggu berlalu, korban pun terus menagih hutang kepada pelaku yang tak kunjung bayar. Hingga akhirnya, korban pun jengah dan menanyakan perihal utang tersebut kepada istri dari pelaku.

"Pelaku enggak bisa mengembalikan uang korban, akhirnya disampaikan ke istrinya. Karena engga enak, pembantu (istri pelaku) bertanya ke suami (pelaku) dan terjadi cekcok rumah tangga," ungkapnya.

Dari situ lah, pelaku merasa sakit hati dan berniat untuk membunuh korban. Pada akhirnya, pelaku mendapat kesempatan saat melihat korban pulang ke rumah hanya bersama anaknya usai menghadiri acara keagamaan pada Minggu 1 November 2020.

"Dia (pelaku) memang tetangga korban juga dekat rumah. Ngeliat dari jauh (korban) lagi pulang bertiga sama anaknya, dan pelaku masuk setelah tahu korban ada di dalam lewat jendela dan membunuh korban dengan tangan kosong," tutup Kadek.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini