Tak Pakai Masker, Pelanggar Disanksi Mengayuh Becak

Hambali, Okezone · Rabu 04 November 2020 21:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 338 2304334 tak-pakai-masker-pelanggar-disanksi-mengayuh-becak-2kXetwZAz2.jpg Pelanggar protokol kesehatan di Tangsel (foto: Okezone.com/Hambali)

TANGSEL - Razia penggunaan masker kembali digencarkan di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kali ini para pelanggar diberi sanksi berbeda, yakni mengayuh becak di jalan raya sambil mengenakan rompi khusus berwarna orange.

Satpol PP Kota Tangsel dan Provinsi Banten menggelar razia masker di depan Perumahan Pertamina, Pondok Ranji, Ciputat, Rabu (4/11/2020). Sasarannya adalah pengendara ataupun warga yang beraktivitas di sekitar lokasi tersebut.

Ketentuan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) rupanya mulai melonggar di tengah masyarakat. Sebagian pelanggar berdalih lupa jika kedapatan tanpa mengenakan masker di jalanan. Agar menjadi jera, kali ini sanksi diberi warna berbeda dengan melibatkan puluhan unit becak.

"Dari sekian pelanggar, ada 10 orang yang kita beri sanksi mengayuh becak. Kita sentuh kesadaran itu dengan memberi sanksi yang memunculkan rasa malu," kata Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangsel, Muksin Alfachry kepada Okezone.

psbb

Baca juga:

Bertambah 3.356, Berikut Sebaran Penambahan Kasus Covid-19 di 34 Provinsi

Angka Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Capai 83,8 Persen

Memang tak seluruh pelanggar mengayuh becak, sebagian lain membersihkan kamar mandi dan warung di sekitar lokasi, memungut sampah di jalan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga ada pula yang enggan melakukan sanski sosial dan memilih sanksi denda administratif Rp50 ribu.

"Sebagian ada yang diberi sanksi bersih-bersih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tadi juga ada 12 orang yang memilih bayar denda administratif masing-masing Rp50 ribu," jelas Muksin.

Meski razia masker sering kali dilakukan, tak sedikit masyarakat yang kembali mengulang kelalaian. Di lokasi-lokasi keramaian, jalanan, hingga kawasan pemukiman masih ada saja yang melanggar penggunaan masker.

"Setiap razia pasti tetap ada yang tepergok melanggar, tapi sekarang tingkat kesadarannya mulai meningkat. Sudah lebih baik," katanya.

Pelanggar masker yang pengayuh becak, harus berkeliling jalan dengan penumpangnya adalah tukang becak aslinya. Momen itu menjadi perhatian warga sekitar, hingga banyak yang sempat tertawa kecil melihat sanksi tersebut diterapkan.

"Tukang becaknya sekarang yang jadi penumpang, seru juga. Ya mungkin yang kena sanksi berasa berat ngayuh becaknya, tapi kita yang nonton seru lihatnya. Rasain biar kapok," tukas Ade Maulana, warga di lokasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini