Lonjakan Klaster Libur Panjang Baru Terasa 2 Pekan Kemudian

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 05 November 2020 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 338 2304629 lonjakan-klaster-libur-panjang-baru-terasa-2-pekan-kemudian-9mzbYVgNpo.jpg Anies Baswedan (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut lonjakan kasus Covid-19 klaster libur panjang Oktober baru akan terasa pada dua pekan kemudian. Ia mengatakan, saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota.

"Sejauh ini kita belum melihat ada perubahan apapun. Jadi dari sisi RT/RW Gugus Tugasnya antisipasi bila ada kasus tambahan. Puskesmas siap-siap bila ada kasus tambahan," kata Anies di Gedung Rajawali, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (5/11/2020).

"Sampai sekarang berjalan 5 hari mudah-mudahan terus kita tidak menyaksikan (lonjakan kasus). Tapi dari pengalaman kemarin itu baru terasa dua Minggu kemudian. Jadi tidak langsung," tambahnya.

Mantan Mendikbud itu mematikan Pemprov DKI Jakarta telah bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid-19 klaster libur panjang tersebut.

Dia juga mengimbau warga untuk terus menaati protokol kesehatan dengan terus menggunakan masker saat beraktivitas. Menurut dia, penggunaan masker merupakan cara terbaik untuk mencegah terpapar virus corina.

"Kemudian cuci tangan dengan rutin dan jaga jarak. Jadi apapun kondisinya pakai masker," terangnya.

Baca Juga : Dampak Pandemi Covid-19, Hampir 850 Ribu Anak Belum Dapatkan Imunisasi Dasar Lengkap

Baca Juga : Intel Kejagung Tangkap Buronan Kasus Korupsi APBD Kolaka Timur

Anies menerangkan, pihaknya mencatat keterisian ICU untuk pasien Covid-19 sebanyak 58%. Kemudian, ruang rawat inap khusus Covid-19 50%, dan ruang isolasi di hotel sekitar 21%.

"Jadi secara kesiapan ketersediaan ada. Tapi kan ini bukan seperti hotel, makin tinggi okupansi makin senang. Kalau rumah sakit maunya lebih rendah," tandasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini