Bejat! Istri Kerja di Luar Negeri, Suami Rudapaksa 2 Putrinya

Isty Maulidya, Okezone · Kamis 05 November 2020 19:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 338 2304938 bejat-istri-kerja-di-luar-negeri-suami-rudapaksa-2-putrinya-esIHnSo0B1.jpg Polisi tangkah ayah yang tega radupaksa dua putrinya (Foto : Okezone.com/Isty)

TANGERANG - Seorang pria berinisial HS (35) ditangkap Satreskrim Polresta Tangerang lantaran diduga merudapaksa kedua putrinya sendiri yang baru berusia 7 tahun dan 4 tahun. Pelaku melakukan aksi tersebut di rumahnya di kawasan Cisoka, Kabupaten Tangerang, saat sang istri tengah bekerja di luar negeri.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menerangkan, HS ditangkap setelah polisi mendapatkan laporan terkait peristiwa itu. Kepada penyidik, tersangka mengaku telah menyetubuhi kedua putrinya masing-masing satu kali. Namun keterangan tersangka diragukan polisi yang saat ini masih terus melakukan penyidikan.

"Tersangka mengaku melakukan perbuatan tersebut sebanyak satu kali, tapi kami akan tetap melakukan penyelidikan karena keterangan pelaku masih meragukan," kata Ade di Mapolresta Tangerang, Kamis (5/11/2020)

Tersangka juga mengancam akan memukuli korban jika tidak mau menuruti keinginan tersangka. Hal ini membuat korban ketakutan, dan terpaksa menuruti keinginan tersangka. Korban juga saat ini mengalami trauma berat karena mengalami kejadian tersebut.

"Tersangka mengancam akan memukuli korban bila tidak menuruti kemauannya," lanjut Ade.

Baca Juga : Viral Dua Badut di Kota Bogor Bantu Buka Jalan untuk Ambulans

Sementara itu, ibu korban diketahui sedang bekerja mencari nafkah di luar negeri dan menyerahkan pengasuhan korban kepada tersangka. Untuk saat ini, pengasuhan korban dititipkan kepada nenek dari pihak ibu dan telah mendapatkan layanan trauma healing.

“Kedua korban telah dititipkan kepada sang nenek atau orang tua dari istri serta mendapatkan layanan trauma healing,” kata Ade.

Atas perbuatannya, tersangka HS dijerat Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Tersangka, kata Ade, juga berkemungkinan mendapatkan pidana tambahan termasuk kebiri kimia.

“Kasus ini masih kami dalami dan kedua korban sudah mendapat pendampingan,” ujar Ade.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini