Pria di Tangerang Lecehkan Wanita dengan Modus Meramal Masa Depan

Isty Maulidya, Okezone · Jum'at 06 November 2020 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 338 2305219 pria-di-tangerang-lecehkan-wanita-dengan-modus-meramal-masa-depan-fIonMFrBRS.jpg Gelar perkara pelecehan seksual di Tangerang (Foto: Okezone/Isty)

TANGERANG - Jajaran Polres Kota Tangerang mengamankan seorang pria berinisial J (55) karena telah memperkosa seorang gadis berusia 21 tahun di kawasan perkebunan Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Ade Ary Syam mengatakan bahwa tersangka memperdaya korbannya dengan cara mengaku bisa membaca garis tangan dan meramal masa depan. Hal itu rupanya hanya tipu muslihat semata karena tersangka sebenarnya bekerja sebagai buruh pabrik.

"Tersangka mengaku bisa melihat masa depan dari garis tangan, karena merasa tergiur, korban ini meminta jasa tersangka untuk melihat masa depannya," kata Ade pada Jumat (6/11/2020).

Korban yang mempercayai ucapan tersangka kemudian meminta tersangka untuk membaca garis tangannya. Tersangka lalu langsung mengajak korban ke kediamannya yang tidak jauh dari TKP dan berpura-pura membaca garis tangan korban. Namun, tiba-tiba saja tersangka mengajak korban ke kawasan perkebunan, dengan alasan hal itu masuk dalam proses pembacaan garis tangan.

"Tersangka tiba-tiba mengajak korban ke area perkebunan dengan alasan hal itu merupakan bagian dari proses membaca garis tangan," lanjut Ade Ary.

Rupanya tersangka langsung memaksa korban melayani nafsunya. Dia juga menakuti korban dengan mengatakan korban akan sulit mendapatkan jodoh jika tidak mau memenuhi permintaannya.

"Saat di perkebunan itu, dia langsung melakukan tindak asusilanya, dengan lebih dulu menakuti korban, dengan mengatakan kalau korban akan sulit dapatkan jodoh bila tidak memenuhi permintaannya tersebut," ujarnya.

Mendapati pelecehan demikian, korban yang merasa takut langsung melaporkan kepada keluarganya. Pihak keluarga pun turut melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian hingga yang bersangkutan berhasil diamankan.

Atas perbuatannya yang bersangkutan dijerat Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini