Share

Pengiriman 6 Kg Sabu Kristal Disembunyikan dalam Pupuk Digagalkan

Isty Maulidya, Okezone · Jum'at 06 November 2020 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 338 2305489 pengiriman-6-kg-sabu-kristal-disembunyikan-dalam-pupuk-digagalkan-B1btHEdD4m.jpg Gelar perkara penyelundupan sabu di Bandara Soekarno Hatta (Foto: Okezone/Isty)

TANGERANG - Sebanyak 6.055 gram atau 6 Kilogram (KG) sabu-sabu berhasil ditahan oleh petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (21/10/2020) lalu.

Barang haram tersebut diselundupkan dengan cara dikemas dengan kemasan pupuk dan kemudian dikirim melalui perusahaan jasa titipan.

Kepala KPU Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Finari Manan menjelaskan bahwa kecurigaan petugas bermula saat dilakukan pemeriksaan melalui mesin xray terhadap 3 paket kiriman asal Malaysia.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, ditemukan puluhan kemasan pupuk yang diselipkan kristal bening yang ternyata adalah sabu-sabu.

"Ada tiga paket yang diperiksa oleh petugas, masing-masing paket berisi puluhan kemasan pupuk, dalam paket tersebut ada beberapa kemasan pupuk yang tidak berisi pupuk asli melainkan kristal bening atau amphetamine," jelas Finari pada Jumat (6/11/2020).

Paket tersebut juga bertuliskan merk pupuk dengan rincian 27 kemasan pupuk dengan tiga di antaranya berisi serbuk kristal bening dengan berat bruto 3.029 gram, 24 kemasan pupuk dengan dua di antaranya berisi serbuk kristal bening dengan berat bruto 2.057 gram, serta 25 kemasan pupuk yang satu di antaranya berisi serbuk kristal bening dengan berat bruto 969 gram.

"Pada paket pertama ditemukan 3.029 gram sabu, pada paket kedua ditemukan 2.057 gram sabu, dan paket ketiga ditemukan 969 gram sabu," lanjut Finari.

Berdasarkan penyelidikan lanjutan, ditemukan 2 orang tersangka dari kasus pengiriman narkoba dengan modus kemasan pupuk tersebut. Pemilik paket yaitu MS (38) yang menggunakan alamat orang lain sebagai alamat penerimaan barang, dan seorang WNA asal Malaysia yang merupakan pengirim barang tersebut.

"Paket tersebut diketahui milik MS (38) dan saat ini sudah diamankan oleh polisi. MS mengaku mendapat kiriman dari pria berinisial A di Malaysia. Selanjutnya, pengembangan atas A dilanjutkan dalam penyelidikan oleh Polres Jakarta Barat," ujar Finari.

Pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp10 Milyar.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini