Polisi Tembak Mati Tiga Pelaku Begal Sepeda

Ari Sandita Murti, Sindonews · Sabtu 07 November 2020 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 07 338 2305926 polisi-tembak-mati-tiga-pelaku-begal-sepeda-scw3kXoAar.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

JAKARTA - Polisi meringkus 12 pelaku begal sepeda di wilayah hukum Polda Metro Jaya, diantaranya dua pelaku pembegalan terhadap anggota Marinir di Jakarta Pusat.

Dari 12 orang tersangka itu, tiga diantaranya juga terpaksa ditembak hingga akhirnya pelaku tewas saat dilarikan ke rumah sakit.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana mengatakan, polisi sebelumnya telah meringkus 10 orang tersangka pelaku begal sepeda di 6 lokasi berbeda di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Saat ini, sesuai janjinya sebelumnya yang bakal kembali meringkus pelaku begal sepeda, 12 orang tersangka kembali diringkus.

"Sebelumnya kan ada 10 tersangka, sekarang ada 12 orang tersangka kami tangkap sehingga totalnya ada 22 orang. Dari 12 orang yang baru ditangkap, tiga diantaranya melawan dan hendak merebut senjata tim khusus begal ini sehingga dilakukan tindakan tegas," ujarnya pada wartawan, Sabtu (7/11/2020).

Alhasil, kata dia, tiga tersangka yang berinisial RAF, FA, dan ADN tewas saat dilarikan ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur dan jenazah tiga pelaku itu rencananya bakal dibawa pulang keluarga esok hari. Dari 12 orang yang baru diciduk itu rinciannya 3 tewas, 7 pelaku begal, termasuk dua anggota Marinir, dan 2 orang selaku penadah.

"Dari hasil pengungkapan ini, ada 71 handphone berbagai jenis dan merek kami amankan, baik dari penadah maupun dari pelaku. Dari 12 pelaku ini memang sebagian orang lama, ada yang residivis, dan ada juga yang memang baru pertama kali," tuturnya.

Modus pelaku, ungkapnya, beraksi berkelompok dua atau empat orang sambil mengendarai sepeda kotor saling berbincengan. Mereka berkeliling untuk mencari korbannya secara acak, mereka menguntitnya, dan merampas barang berharga korban.

"Pelaku begal kami kenakan pasal 363 KUHP dan atau pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara, sedangka untuk penadah dikenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," paparnya.

Dia menambahkan, polisi tak bosan-bosannya menghimbau pada masyarakat saat berolahraga ataupun bersepeda untuk tidak sendirian, tapi berkelompok sambil tetap memperhatikan protokol kesehatan. Lalu, jangan membawa barang berharga dan jangan berolahraga ataupun bersepeda di malam hari di luar rumah agar tak menjadi korban kejahatan jalanan itu. (kha)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini