Diterpa Hujan Angin, Baliho Ambruk Timpa 7 Rumah di Tangsel

Hambali, Okezone · Minggu 08 November 2020 20:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 08 338 2306290 diterpa-hujan-angin-baliho-ambruk-timpa-7-rumah-di-tangsel-qa4UFvbLAi.jpg (Foto: Okezone.com/Hambali)

TANGSEL - Hujan deras disertai angin kencang melanda beberapa wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (8/11/2020). Salah satunya terjadi di Kampung Sawah Baru, Ciputat, yang mengakibatkan sebuah baliho berukuran besar ambruk menimpa rumah warga.

Peristiwa ambruknya baliho terjadi saat hujan deras disertai angin kencang datang melanda wilayah itu siang tadi. Data yang diterima, 7 rumah di RT01 RW06 mengalami kerusakan parah. Bahkan seorang anak mengalami luka-luka terkena material atap. 

"Tadi ada 7 rumah yang kita data, itu salah satunya rusak sangat parah. Kalau korban jiwa tidak ada, hanya ada anak yang luka-luka," terang Lurah Sawah Baru, Muslim di lokasi.

Kerusakan atap rumah warga itu belum bisa diperbaiki hari ini. Sementara waktu, penghuni rumah terpaksa diungsikan dan menginap di lokasi lain. Usai kejadian, warga sekitar bahu-membahu membersihkan puing-puing sisa reruntuhan atap.

"Jadi warga yang menjadi korban sementara menginap di tempat lain dulu sampai selesai diperbaiki," sambung Muslim. 

Pihak pengelola baliho telah mendatangi warga yang atap rumahnya mengalami kerusakan. Namun belum diketahui pasti sejauh mana pertanggungjawaban pengelola atas kejadian itu. Pasalnya, peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya tanpa adanya perbaikan.

Baca juga: Diterjang Hujan Deras, Tanah Longsor Timpa Sejumlah Rumah Warga 

"Tadi pemiliknya sudah datang, sudah membuat kesepakatan akan memperbaiki rumah warga. Jadi kami menyikapinya dengan melaporkan kejadian ini ke atasan, ke camat," ucapnya.

Warga sekitar sebenarnya telah sejak lama mengeluhkan keberadaan baliho di tengah permukiman tersebut. Selain berdekatan dengan rumah warga, kondisi baliho yang dibangun sejak 2017 lalu itu seolah tak terawat hingga material di bagian atas mudah rapuh jika dihempas angin kencang. 

"Pernah sekira sebulan lalu jatuh juga materialnya, tapi waktu itu enggak ada yang tanggung jawab dari perusahaan pengelolanya. Dari awal izinnya saya sempat menentang, karena ini kan pemukiman padat, sampai ada korban warga yang ditahan karena menentang dibangunnya baliho ini waktu itu," tutur Burhan, warga sekitar. 

Kini kelurahan setempat tengah melaporkan peristiwa itu ke kecamatan guna mendorong pengecekan proses perizinan baliho ke dinas terkait. Jika tak sesuai prosedur, warga berharap keberadaan baliho tersebut harus segera dibongkar.

"Warga kan dari awal menentang, kita nggak paham kenapa bisa terbit izinnya. Kita nggak mau sampai terulang, apalagi sampai jatuh korban jiwa. Kalau izinnya nggak sesuai, harusnya disegel dan dibongkar," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini