Dampak Covid-19, 1.500 Pekerja di Bekasi Jadi Korban PHK

Wisnu Yusep, Okezone · Selasa 10 November 2020 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 338 2307099 dampak-covid-19-1-500-pekerja-di-bekasi-jadi-korban-phk-140VoYgJWx.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

BEKASI – Angka pekerja yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kota Bekasi tercatat ada sebanyak 1.543 pekerja selama pandemi Covid-19.

Kemungkinan, angka korban PHK akan bertambah karena masih ada yang dalam proses perselisihan antara karyawan dengan perusahaan.

Kepala Dinas Tenagakerja Kota Bekasi Ika Indah Yanti menyebutkan, dampak Covid-19 ini mempengaruhi semuanya, sehingga banyak pekerja yang menjadi korban PHK. "Pandemi adalah segalanya, tapi faktor yang dapat mempengaruhi angka pengangguran meningkat itu ya karena jumlah serapan kerja juga tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja yang ada," ungkap Ika kepada wartawan, Selasa (10/11/2020).

Karena faktor pademi Covid-19, memaksa perusahaan-perusahaan di Kota Bekasi, bahkan di luar daerah juga mengurangi kapasitas produksi.

"Karena kapasitas sejumlah perusahaan juga produksi belum optimal. Adanya perusahaan bertransformasi menggunakan tekhnologi digital itu juga mempengaruhi, ada juga perusahaan pengguna jasa otsorching," beber dia.

Ika melanjutkan, angka pengangguran di kotanya itu bisa dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat. Angka pengangguran naik sebanyak 2,8 persen jika dikalkulasikan mencapai 2,2 juta orang untuk kategori usia kerja.

Baca Juga : Bandara Soetta Dipadati Penjemput Habib Rizieq, Penumpang Terlambat Bisa Reschedule atau Refund

Rata-rata yang menjadi korban PHK yakni pegawai kontrak. Mereka tidak lagi diperpanjang masa kontraknya, karena kondisi pademi Covid-19 mempengaruhi produksi. "Iya karena pandemi, misalkan dia dikontrak selama satu tahun, yang sudah-sudsh itu diperpanjang, tapi karena situasi pandemi cukup satu tahun saja sesuai dengan itu (kontrak)," kata dia.

Disnaker Kota Bekasi, kata Ika, saat ini tengah berupaya agar membantu para korban PHK ini dengan memberikan pelatihan. "Kebijakan pemerintah itu pada saat karyawan terphk itu memberikan pelatihan, bagaimana pemerintah pusat juga sudah memberikan program-program," beber dia.

Termasuk, mengenai program kerja dan memberikan dana insentif, agar mereka korban PHK bisa menciptakan wirasausaha baru. "Kita juga tidak ada dananya, kita bisa bekerjasama engan BBPLK, BPBD, BLKK, dengan BLK-BLJ yang ada," kata dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini