Pemprov DKI Tak Melarang Habib Rizieq Terima Tamu di Tengah Pandemi Covid-19

Bima Setiyadi, Koran SI · Rabu 11 November 2020 20:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 338 2308124 pemprov-dki-tak-melarang-habib-rizieq-terima-tamu-di-tengah-pandemi-covid-19-EGZpRXtC7Y.jpg Wakil Gubernur DKI Jakarta, Riza Patria (foto: Sindo)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta masyarakat yang berkunjung ke rumah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) tetap disiplin terhadap protokol kesehatan Covid-19. DKI tidak melarang HRS untuk hadir bila ada kegiatan maulid Nabi di tengah pandemi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, semua yang memiliki kerinduan dengan HRS sejak kedatangannya di Jakarta pada Selasa 10 November lalu, dan terus berdatangan ke kediamannya hingga saat ini harus tetap mengatur jadwal, jarak dan protokol kesehatan Covid-19 lainnya.

"Mudah-mudahan Habib Rizieq, keluarga, dan jajaran FPI saya kira memahami, mengerti ketentuan ini, dan mengajak semua pengikutnya, pendukungnya untuk juga melaksanakan 3M," kata Ariza di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (11/11/2020).

Baca juga:

Berikut Rekayasa Lalu Lintas saat Habib Rizieq Kunjungi Ponpes di Megamendung

Ribuan Massa Sambut Habib Rizieq di Petamburan, Petugas Akan Tracing Covid-19   

Ariza mengaku, dirinya belum sempat bertemu dan mengunjungi HRS. Namun, pada waktunya sebagai umara akan bertemu dengan ulama yang biasanya bersatu. Terpenting, kata dia, dari Pemprov DKI Jakarta sudah diwakili oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Politisi Partai Gerindra itu tidak mengetahui apa yang dibahas Anies ketika berkunjung ke rumah HRS pada Selasa malam kemarin. Menurutnya, kedatangan Anies hanyalah silaturahmi yang wajar dan tidak ada yang spesial.

"Kami tidak melarang apabila HRS menghadiri sejumlah kegiatan maulid nabi. Karena memang saat ini sedang maulid. Cuma yang kami minta, imbau agar pelaksanaan maulid tetap memperhatikan protokol covid, protokol kesehatan. Saya juga pernah dua kali ikut maulid, jumlahnya dibatasi," pungkasnya.

 

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini