Dituding Lakukan Penggelapan, Karyawan Pabrik Baja Disekap dan Dianiaya Bos

Rahmat Hidayat, iNews · Kamis 12 November 2020 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 338 2308689 dituding-lakukan-penggelapan-karyawan-pabrik-baja-disekap-dan-dianiaya-bos-TdR84PyixO.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BEKASI - Seorang karyawan sebuah perusahaan pabrik baja di Kota Bekasi, Jawa Barat melaporkan kasus penyekapan dan penganiayaan yang dialaminya ke Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis (12/10/2020).

Rico Pujianto (32) mengaku dianaya dan diseekap oleh pemilik perusahaan tempanya bekerja. Tidak hanya itu, handphone korban juga dirampas dan dihapus semua percakapan yang ada di dalamnya. 

Setelah hampir tiga hari keberadaan korban pun dapat diketahui orangtuanya di wilayah Purwokerto, Jateng. Orangtua korban langsung menjemput korban.

Tidak terima dengan perlakukan bosnya, korban melaporkan pimpinan sekaligus pemilik perusahaan ke polisi.

Foto: Rahmat Hidayat

Saat membuat laporan, korban didampingi orangtua dan kuasa hukumnua. Korban yang menjabat sebagai salesman mendatangi ruangan Unit Reskrim Polres Metro Bekasi Kota.

Rico melaporkan oknum berinisial, DS yang merupakan pemilik perusahaan tempatnya bekerja. Laporan dibuat atas dasar dugaan penyekapan selama kurang lebih 48 jam yang disertai dengan pemukulan. 

Baca juga: Remaja di Bekasi Disekap Lantaran Temannya Punya Utang Rp5 Juta

Peristiwa yang menimpa Rico terjadi pada Sabtu 10 Oktober hingga Senin 12 Oktober 2020. Korban mengalami penyekapan dan tindakan main hakim sendiri. Korban dipukul di bagian wajah dan kepala. Penyekapan dan penganiayaan diduga berawal dari tuduhan bahwa Rico melakukan penggelapan transaksi jual beli baja. 

Kuasa hukum korban, Dominicus Dimas mengatakan, pelaku melakukan penganiayaan untuk memberikan tekanan kepada Rico agar mengakui perbuatannya. 

Selain ke polisi, pihak kuasa hukum juga tengah melaporkan kasus yang menimpa kliennya ke dinas tenaga kerja terkait, atas tidak sesuainya upah yang diberikan perusahaan. Di sisi lain, juga akan dilakukan pendalaman terkait adanya pelanggaran pajak yang dilakukan perusahaan tersebut. 

Sementara itu, Rico menjelaskan bahwa penganiayaan terjadi di lingkungan kantornya. Dia diminta mengaku atas tuduhan bosnya dalam hal penggelapan. Namun dirinya tegas tidak pernah melakukan perbuatan tersebut. 

Pihak kuasa hukum dan korban meminta agar kasus ini segera diproses oleh pihak penegak hukum dengan seadil-adilnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini