Share

Sekolah Tatap Muka Ingin Tetap Digelar, Ini Penjelasan Pemkot Bekasi

Wisnu Yusep, Okezone · Jum'at 13 November 2020 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 338 2309020 sekolah-tatap-muka-ingin-tetap-digelar-ini-penjelasan-pemkot-bekasi-pMInhmy4cg.jpg Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (Foto: Okezone/Wisnu)

BEKASI - Sekolah tatap muka di Kota Bekasi bakal digelar, meski pun Kota Patriot ini masih dalam kategori zona merah virus corona atau Covid-19.

Saat ini, Pemerintah Kota Bekasi akan mengajukan surat kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayan supaya membolehkan sekolah menggelar sekolah tatap muka. Syaratnya infrastuktur tersedia dan wajib menjalankan 3 M.

"Saya sampaikan kita melakukan pengendalian di bulan Maret lalu , memang sejumlah epidemologi adalah kota yang rawan dan tinggi dampaknya terhadap pandemi. Tetapi jangan salah. Yang dilihat adalah bagaimana kemampuan Kota Bekasi menanggulangi pengendalian," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi kepada wartawan, Jumat (13/11/2020).

Pria yang disapa Pepen itu mengaku, pihaknya tidak melihat kuantitas seberapa besar warga terpapar pada persoalan positif virus corona, tetapi bisa mengendalikan kasus Covid-19.

"Karena kami punya fasilitas pelayanan kesehatan yang cukup dan tersebar kemampuan tim medis yang baik, sehingga baik yang dirawat di rumah sakit, maupun juga yang dilakukan isolasi, yang paling gini, isolasi di rumah kami itu datang mengendalikan, mengawasi sampai dengan selesai," klaim dia.

Seperti contoh, lanjut Pepen, pihaknya telah menyediakan salah satu hotel dan Stadion Patriot Chandrabaga untuk menampung pasien yang melakukan isolasi mandiri.

"Ini menandakan bahwa dari 2,4 juta jiwa kami terpapar 7500 di daerah episentrum, jangan salah hanya dua persen angka kematiannya," klaim dia lagi.

Bahkan, kata politikus Golkar ini, dari bulan Mei pada saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) datang ke bekasi, sampai dengan Juli angka kematian akibat kasus virus corona 0 persen.

"Jadi kalau sekarang ada angka kematian 2 persen itupun juga komorbit diatas 60 tahun, dan kesembuhan diatas 90 persen," jelas dia.

Dengan demikian, harapannya kegiatan mengajar dan belajar itu dari bulan lalu yang sudah disiapkan sudah layak di Kota Bekasi.

"Karena kita lihat dampaknya dari porses daring yang dilakukan anak anak kita hanya habis pada kegiatan-kegiatan yang tidak efektif.

"Dengan itu kami mengkaji menganalisa kalau dilihat dari proses zona, zona ini terus berputar karena virus ini menyebar dari orang ke orang tapi kita mampu mengendalikan itu," kata dia menambahkan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini