Lokasi Kuburan Ratusan Bangkai Bus Transjakarta yang Terbakar Tak Berizin

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 13 November 2020 22:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 338 2309306 lokasi-kuburan-ratusan-bangkai-bus-transjakarta-yang-terbakar-tak-berizin-MICxEpBo8E.jpg Puluhan bangkai Bus Transjakarta yang terbakar (foto: Okezone.com/Putra RA)

BOGOR - Puluhan bangkai bus Transjakarta yang terbakar di tempat penampungan di Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jumat (13/11/2020). Rupanya, lokasi tersebut belum mendapatkan izin resmi dari aparatur setempat.

Kepala Desa Dramaga, Yayat Supriyatna mengatakan, bahwa bus-bus tersebut sudah berada cukup lama teronggok di lahan kosong seluas sekitar 5 hektare.

"Sudah lama dari 2018. Jadi pemilik tanah ini mungkin punya link dengan yang ngurus bus ini sehingga tempat ini dipake titipan bus. Tanahnya milik seseorang sudah dipindah tangan, karena tanah sudah bersertifikat sehingga pindah tangannya enggak melalui desa. Jadi sampai saat ini saya belum kenal siapa pemilik tanah ini," kata Yayat, kepada wartawan.

Baca juga:

Polisi Periksa 2 Saksi Terkait Kebakaran Bangkai Bus Transjakarta

Puluhan Bangkai Bus Transjakarta Terbakar, Sejumlah Mobil Pemadam Dikerahkan   

Alhasil, pihak desa pun tidak mempunyai banyak data terkait jumlah bangkai bus tersebut. Hanya informasi yang didapatnya, bus itu merupakan bus yang ditolak oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengadaan bus Transkakarta beberapa tahun lalu.

"Ini bus Transjakarta katanya. Pada waktu itu bus ini mungkin tidak sesuai dengan spek sehingga ditolak. Ini kemungkinan ya. Saya gak tahu yang sebenernya sehingga bus ini karena tidak diterima Pemprov DKI dititpkan di tempat ini. Jumlahnya (bus) saya kurang apal, yang jelas ada ratusan. Jangankan izin untuk hal ini, Assalamualaikum pun tidak," ungkap Yayat.

Hal senada juga dikatakan Camat Dramaga, Ivan Pramudia yang mengaku belum pernah mendapat permohonan izin terkait keberadaan bus tersebut.

"Saya tidak pernah ketemu pemilik tanah ataupun yang operator Transjakarta ini. Ada izin atau tidak kita tidak tahu karena tidak punya dokumen," ucap Ivan.

Kuburan bus Transjakarta ini, lanjut Ivan, sempat ditegur oleh kecamatan karena mendapat laporan warga sekitar yang mengeluhkan polusi udara karena aktivitas pemotongan dan pembakaran bangkai bus.

"Kami sudah tiga kali sidak sebenernya ke tempat ini, dan ini yang ke empat kali. Ada pengaduan dari warga Pakuan Regency Kota Bogor karena batasnya hanya oleh kali mengakibatkan adanya polusi asap menimbulkan perih ke mata karena itu pembakaran karet dan cat. Kita sidak kita berikan saran merubah teknik pengelasan ditambah dengan penyemprotan agar asap itu tidak terlalu besar tapi mereka tidak ikuti. Sampai akhirnya begini (terbakar)," bebernya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil penyelidkan dari kepolisian terkait penyebab kebakaran. Hasilnya, akan segera dilaporkan ke Bupati Bogor Ade Yasin.

"Kita nanti nunggu hasil dari Kapolsek seperti apa, kalau sudah ada hasilnya awal akan kita laporakan ke bupati apa yang terjadi di sini. Untuk ditutup atau police line kewenangannya di polisi," tutup Ivan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini