Teror King Kobra di Bekasi, Pawang Tangkap 8 Induk Ular Bersarang di Rumah Kosong

iNews TV, MNC Media · Senin 16 November 2020 08:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 338 2310163 teror-king-kobra-di-bekasi-pawang-tangkap-8-induk-ular-bersarang-di-rumah-kosong-aYNVsSL2Mk.jpg ilustrasi: Foto AFP

BEKASI - Setelah ditemukan dua belas anak king kobra dan induknya dari dua puluh satu telur yang sudah menetas , warga Perumahan Bekasi Timur Regency Lima, Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta bantuan pawang ular untuk menangkap ular yang masih berkeliaran.

(Baca juga: Kerap "Mangkal' di Kantor Kelurahan, King Kobra 2,5 Meter Akhirnya Ditangkap)

Warga akhirnya kembali menemukan delapan induk ular king cobra dan jenis ular lainya yang bersarang di dalam rumah kosong. Rumah yang tidak terawat dan banyak rumput liar tersebut disinyalir menjadi sarang-sarang ular king cobra untuk bersarang .

Ular berbisa yang sangat membahayakan ini, ditemukan oleh pawang ular di lima titik rumah-rumah kosong yang tidak berhuni. Sedikitnya di enam RT yang berada di RW 08, Perumahan Bekasi Timur Regency Lima ini dilakukan penyisiran oleh warga.

Agus Wanto seorang pawang ular yang turun ke lokasi, mengatakan, kondisi rumah yang kosong dan tidak terawat disinyalir menjadi sarang-sarang ular king cobra.

“Terlebih banyak alang-alang yang tumbuh tidak terawat, serta banyaknya tikus yang menjadi makanan bagi ular king kobra membuat ular king cobra ini bersarang,”ujarnya, Minggu (15/11/2020) malam.

Saat dilakukan penyisiran, kata dia tidak hanya induk ular king kobra . Namun sejumlah telur king kobra yang belum menetas juga ditemukan. Dia memperkirakan, ular-ular king cobra ini akan menetas pada puncaknya di bulan Desember hingga Januari.

“Oleh karena itu saya meminta agar warga selalu waspada dan berhati-hati. Karena ular king kobra ini sangat berbahaya sekali,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RW 08, Amay Jamaludin, menambahkan, setelah ditemukan dua belas anak ular king kobra dari dua puluh satu telur king cobra yang sudah menetas, warga yang berada di enam RT di RW 08 merasa resah.

“Kami berharap agar ular tidak bersarang lagi di pemukiman. Kami juga meminta warga lainnya akan melakukan bersih-bersih di lingkungan,” pungkasnya.

 

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini