Sempat Didiagnosa Demam Berdarah, Pegawai PN Cikarang Positif Corona

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Kamis 19 November 2020 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 338 2312454 sempat-didiagnosa-demam-berdarah-pegawai-pn-cikarang-positif-corona-HVW11lLRCs.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

BEKASI – Pelayanan di kantor Pengadilan Negeri Cikarang di Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, ditutup sementara menyusul adanya salah satu pegawai kantor tersebut yang terpapar Covid-19. Sebelumnya, sang pegawai sempat didiagosa demam berdarah dengue (DBD).

”Ada satu pegawai yang positif Covid-19, jadi ditutup sementara untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ujar Ketua Pengadilan Negeri Cikarang, Darma Indo Damanik, Kamis (19/11/2020).

Setelah dirawat lima hari karena disebut mengidab DBD, dokter mencurigai karena tak kunjung ada perubahan kondisi kesehatannya. Akhirnya dilakukan tes swab, pada Kamis 12 November 2020, diketahui hasilnya positif corona. Namun dia tak mengetahui rinci sumber penularan pegawainya tersebut. Akan tetapi pegawainya itu merupakan warga luar Kabupaten Bekasi.

Mendapatkan kabar itu, kata dia, pihaknya langsung melakukan penutupan sementara pelayanan pengadilan negeri. Mulai Jumat 13 November hingga Senin 23 November. Hal itu sesuai Surat Edaran Mahkamah Agung, bahwa jika ada kasus positif corona maka Pengadilan Negeri wajib ditutup selama satu pekan untuk menekan penyebaran wabah corona.

Baca Juga : Menkes Ingin Seluruh Lembaga Pendidikan Siaga Covid-19

Baca Juga : Satgas Covid-19 Minta Camat Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

”Untuk menjaga jangan sampai timbul klaster baru, kita langsung tutup sementara dan dilakukan langkah yakni rapid test massal serta swab kepada seluruh aparatur dan pegawai,” ungkapnya. Ada sebanyak 39 hakim dan aparatur pengadilan serta 20 aparatur sipil negera (ASN) langsung dilakukan rapid test.Hasilnya ada dua yang reaktif, sehingga langsung dilakukan swab test.

”Dari 59 keseluruhan itu kita lalukan rapid test, ada dua reaktif tapi setelah di swab hasil negatif,” ungkapnya.

Selama penutupan, tidak semua pelayanan pengadilan dihentikan. Masih ada sejumlah pelayanan yang masih dilakukan, utamanya perkara yang sangat urgen atau penting tetap diberikan pelayanan seperti biasanya.

Kemudian, perkara gugutan sederhana sudah mendekati masa jangka waktu yang telah ditentukan tetap ada. Pasalnya, gugatan sederhana sesuai aturan dalam 25 hari kerja harus sudah ada putusan

”Perkara-perkara yang masih bisa diperpanjang penahanannya itu kita tunda. Tapi yang tidak bisa kita tetap ada sidang, juga perkara gugatan sederhana tetap ada,” ujarnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah ketika dikomfirmasi belum mengetahui adanya pegawai PN Cikarang yang berkantor di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi. ”Kami belum mendapatkan informasi, nanti kita lakukan pengecekan ke lokasi,” katanya singkat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini