Cekcok, Ketua RT Bacok Calo Tanah hingga Tewas

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Jum'at 20 November 2020 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 338 2313118 cekcok-ketua-rt-bacok-calo-tanah-hingga-tewas-PPNjw63C0A.jpg Polsek Pondok Gede menangkap Ketua RT Ahmad Sulaeman, pelaku pembacokan (Foto: Abdullah M Surjaya)

BEKASI – Seorang ketua RT nekat membacok calo tanah menggunakan senjata tajam jenis golok di Jalan Nilam 13, Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Akibatnya, korban Misun Mardina langsung tewas mengenaskan setelah mengalami luka bacokan dibagian punggung dan kepala.

Peristiwa itu dilakukan oleh tersangka Ahmad Sulaeman (AS), 43, pada Rabu 18 November 2020 pukul 11.30 WIB karena dipicu korban yang hendal menjual tanah di wilayahnya.

”Korban meninggal di tempat dengan dibacok sebanyak, dipunggung 3 kali dan kepala 2 kali di hadapan warga,” kata Kapolsek Pondok Gede, Kompol Jimmy Martin Simanjuntak, Jumat (20/11/2020).

Baca Juga:  Kesal Rencana Pernikahannya Dihalangi, Motif Adik Bunuh Kakak di Depok

Peristiwa itu bermula saat korban yang dikenal warga sekitar sebagai calo tanah mendatangi wilayah pelaku untuk melakukan kegiatan dengan mengukur tanah. Mendengar itu, tersangka kepanasan.

”Korban ini tinggal beda kelurahan, tapi warga di sekirar lokasi tahu kalau korban memang suka jual-jualin tanah kosong yang diakuinya,” ujarnya.

Mendengar informasi bahwa korban langsung dari warga, tersangka yang menjadi calo tanah langsung menghampiri korban. ”Pelaku langsung datang dan mengusir korban, 'Lu ngapain ngukur-ngukur tanah orang? Bikin masalah aja lu di daerah gue', terus pelaku enggak mau pergi dan tetap melanjutkan mengukur tanah dengan alasan punya data,” ungkapnya.

Sempat terjadi percekcokan antara korban dengan tersangka yang ditonton oleh warga sekitar di lokasi kejadian. Alhasil, Pak RT yang naik pitam kemudian pergi ke rumah tetangganya untuk meminjam golok. Korban yang setelah percekcokan masih berada di lokasi kemudian dibacok oleh pelaku menggunakan golok di bagian punggung.

Baca Juga:  Pembunuh Pria yang Mayatnya Dipendam di Kontrakan Ternyata Adiknya

Karena disabet dari belakang tersebut, korban tidak bisa melakukan perlawanan dan langsung tersungkur bersimbah darah. Puas menganiaya korban hingga tidak berkutik, tersangka kemudian meninggalkan lokasi kejadian tersebut. Warga yang melihat itu langsung melakukan pertolongan kepada korban, sayangnya korban sudah meninggal di tempat.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari menambahkan, kasus ini terkuak setelah pelaku menyerahkan diri ke Pos Polisi Kecamatan Jatisampurna dan mengaku telah melakukan pembacokan terhadap warga. ”Dari situ petugas langsung kelokasi dan menemukan korban sudah meninggal dunia di tempat,” katanya.

Kepada penyidik, pelaku bercerita jika peristiwa itu terjadi lantaran korban telah sembarang mengukur tanah di TKP tanpa seizin pelaku selaku ketua RT. Setelah ditegur, korban justru memancing emosi pelaku hingga akhirnya terjadi aksi pembacokan terhadap korban. ”Tidak terima dengan omongan korban, pelaku langsung emosi,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 338 KUHPidana jo Pasal 351 Ayat (3) tentang pembunuhan subsider penganiayaan yang mengakibatkan matinya korban akibat luka berat dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Kini, tersangka mendekam di Mapolsek Pondok Gede untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini