TNI Semprot Disinfektan Kawasan Markaz Syariah yang Dikunjungi Habib Rizieq

Haryudi, Koran SI · Jum'at 20 November 2020 19:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 338 2313314 tni-semprot-disinfektan-kawasan-markaz-syariah-yang-dikunjungi-habib-rizieq-iVYIhglzkY.jpg Markaz Syariah (Foto: Okezone)

BOGOR - Sejumlah personel TNI melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan Markaz Syariah Pondok Pesantrean Agrokultural di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Ponpes tersebut binaan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, Jumat (20/11/2020).

Selain di Markaz Syariah, TNI juga melakukan penyemprotan di sepanjang jalan menuju lokasi mulai dari Simpang pasir Muncang sejauh sekitar 12 km.

Danramil Megamendung, Mayor Inf Aris NL mengatakan penyemprotan tersebut dilakukan di beberapa titik di area Markaz Syariah. "Tadi kita melakukan penyemprotan, di dalam ada beberapa titik seperti di kantin, halaman dan tempat prasarana umum," ungkapnya.

Lanjutnya, ada 7 unit mobil yang dikerahkan dan bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Bogor dan Tim Damkar Kabupaten Bogor.

Baca Juga:  Kapolda Metro Dukung Pangdam Jaya Copot Baliho Habib Rizieq

Dengan penyemprotan itu, diharapkan dapat meminimalisir penyebaran Covid-19. Sebelumnya, warga Desa Sukagalih dan Desa Kuta dilakukan rapid tes.

Rapid test ini bertujuan untuk melacak warga yang diduga terpapar Covid-19, terlebih setelah diadakannya acara penyambutan Habib Rizieq di Simpang Gadog, pada 13 November lalu. Rapid tes massal ini buntut dari acara kerumunan penyambutan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab di Simpang Gadog, Puncak.

Pasalnya, setelah penyambutan di Simpang Gadog Puncak, kerumunan warga ini mengikuti sampai ke Markaz Syariah di Desa Sukagalih.

Dalam tes rapid kali ini ditargetkan ada 500 warga harus menjalaninya. Rapid test tersebut digelar oleh Kodim 0621 Kabupaten Bogor bekerja sama dengan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

Baca Juga:  Ridwan Kamil: 5 Warga Positif Covid-19 Usai Acara Habib Rizieq di Megamendung

Kasdim 0621 Kabupaten Bogor, Mayor CBA Ujang Rohmat mengatakan pihaknya menargetkan 500 warga dari desa tersebut untuk menjalani rapid test. "Ini udah hari kedua. Kemarin sudah laksanakan rapid sebanyak 214 orang, kemudian hasilnya ada reaktif 4 orang, 1 orang dari Desa Kuta, 3 orang dari Sukagalih," ucapnya.

Ia berharap sebelum akhir November ini semua warga bisa dirapid test. Bagi yang reaktif, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19, untuk selanjutnya direkomendasikan untuk swab test.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini