Anomali Pilkada Tangsel, Elektabilitas Paslon Naik Mendadak di Hasil Survei

Hambali, Okezone · Jum'at 20 November 2020 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 338 2313325 anomali-pilkada-tangsel-elektabilitas-paslon-naik-mendadak-di-hasil-survei-bN2PkLThp3.jpeg Nopmor Urut Pilkada Tangsel (Foto: Okezone/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, peningkatan elektabilitas calon kepala daerah secara signifikan hanya dalam kurun dua bulan secara teori sulit dilakukan.

Menurutnya, peningkatan elektabilitas di masa kampanye atau ketika jeda sebelum waktu pemilihan, cukup sulit terjadi. Dalam sajian data yang dikeluarkan lembaga survei Indikator baru-baru ini, terjadi peningkatan elektabilitas yang cukup signifikan di Pilkada Tangsel, yakni hampir mencapai 20 persen, untuk pasangan Muhamad-Saraswati.

Jika pada periode bulan Agustus 2020 elektabilitas Muhamad-Saras baru menyentuh angka 18,1 persen, lalu memasuki pertengahan November tiba-tiba naik menjadi 36,2 persen. Artinya, kata dia, ada kenaikan hingga 18,1 persen dalam rentang kurang dari dua bulan.

“Secara teori, kenaikan elektabilitas dalam masa kampanye, sangat sulit dilakukan,” kata Dedi saat dikonfirmasi terkait hasil survei pasangan calon, Jumat (20/11/2020).

Baca Juga: Nomor Urut Pilkada Tangerang Selatan 2020

Dia menyatakan, peningkatan elektabilitas kandidat secara drastis akan terjadi pada dua momen. Pertama yakni saat penentuan kandidat, yaitu di mana ketika ada tokoh berpengaruh yang semula akan ikut bertarung, lalu gagal daftar dan mengalihkan dukungan. Kedua pada waktu pemilihan.

"Ini banyak faktor, selain semakin gencar kampanye, juga karena ada staregi pamungkas, entah karena janji-janji politik atau hal lainnya," tambahnya.

Oleh karena itu, Dedi meragukan apabila terjadi peningkatan elektabilitas kandidat secara drastis ketika masih berada di masa kampanye. Apalagi selama pandemi Covid-19, gerak kampanye kandidat dibatasi. Salah satunya dengan pembatasan jumlah massa yang diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020.

“Kalau masih di masa kampanye, peningkatan drastis sulit terjadi. Jadi ini adalah anomali," ungkapnya.

Sementara Direktur Riset Kantor Konsultan Politik Konsepindo, Sapraji menyatakan, salip-menyalip sebelum waktu pencoblosan adalah hal biasa dalam Pilkada, tetapi biasanya terjadi pada kontestan yang sama-sama kuat. Dia menilai, survei Muhamad-Saras yang meningkat drastis secara tiba-tiba itu cukup mengejutkan, sehingga wajar menjadi perbincangan.

Dilanjutkannya, lembaga survei Konsepindo Research and Consulting telah beberapa kali menyelenggarakan survei di Pilkada Tangsel, namun tak mendeteksi adanya stagnansi pada pasangan Benyamin-Pilar.

Dalam survei lembaganya, Pasangan nomor urut 03 itu juga tidak pernah mengalami penurunan elektabilitas tapi memang kenaikannya lamban karena posisi elektabilitasnya cukup tinggi.

"Pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan elektabilitasnya sudah di atas angka 40 persenan, sementara Muhamad-Saras masih di angka 20 persenan lebih. Selisih kedua Paslon masih di atas 10 persenan. Kita akan turun lagi survei akhir November ini," ujarnya terpisah.

Mengenai ramainya pembahasan hasil survei Indikator itu, ia menilai hal demikian sebagai sesuatu yang wajar. Kalau melihat data tracking Indikator yang dipublikasikan kemarin, jelas sekali terlihat sebenarnya baru pada awal November 2020, Muhamad menyalip pasangan Benyamin, itupun dinyatakan masih dalam arsir margin error.

"Terlihat dalam data, jika elektabilitas Muhamad sebelumnya selalu kalah," tuturnya.

Dia juga menyesalkan tidak dipublisnya data perkembangan popularitas para kandidat dalam hasil survei Indikator. Menurutnya itu penting, karena dari data Indikator yang beredar pada survei akhir Juli sampai awal Agustus, popularitas Muhamad masih di bawah 50 persen. Namun tidak ada data lanjutan pada survei di bulan Agustus, Okober, November

Sapraji sendiri berpendapat, di ujung pertarungan akan terjadi kontestasi yang seru. Dia mengibaratkan mesin kedua kandidat yang sudah panas, di ujung akan saling meraung kencang. Hasilnya akan ditentukan pada mesin pemenangan yang berpengalaman.

"Nah mesin Benyamin ini cukup berpengalaman dalam mengikuti Pilkada. Pilkada sekarang ini adalah kali ketiga buatnya, dua pilkada sebelumnya, Benyamin selalu unggul. Ia adalah wakilnya Airin Rachmi Diany. Melihat hal ini, peluang Benyamin memenangkan pilkada lebih tinggi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini