Baliho Habib Rizieq Dicopot, Begini Seharusnya Aturan Pemasangannya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 22 November 2020 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 22 338 2313872 baliho-habib-rizieq-dicopot-begini-seharusnya-aturan-pemasangannya-MEGBY5dDTM.jpg Foto: Okezone.

JAKARTA - Sejumlah aparat TNI mencopot baliho yang berkaitan dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, beberapa waktu lalu. Penurunan baliho-baliho Habib Rizieq juga diturunkan aparat di sejumlah daerah di Indonesia karena dianggap melanggar aturan.

Dalam sebuah rekaman singkat sebuah video, Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman menegaskan akan menurunkan seluruh baliho yang berkaitan berkaitan dengan Habib Rizieq di Jakarta. Alasan pencopotannya, karena baliho tersebut tidak memiliki izin.

BACA JUGA: Ini 5 Kota di Luar Jakarta yang Juga Turunkan Baliho Habib Rizieq

Menyoal pencopotan tersebut, lantas, bagaimana persyaratan seharusnya pemasangan baliho yang baik dan benar? Menurut pengamat tata kota asal Universitas Trisakti Nirwono Yoga, pemasangan baliho haruslah diletakkan di tempat yang aman.

"Persyaratan pemasangan baliho, pertama, letak harus aman dan tidak membahayakan bagi pengguna jalan atau lalulintas sekitar," ujar Nirwono kepada Okezone, Minggu (22/11/2020).

Kemudian, sambung Nirwono, peletakan baliho juga haruslah memperhatikan segi estetika visual kota. Sehingga, baliho yang dipasang tersebut tidak membuat semrawut. Lebih lanjuta, baliho juga harus dipasang bersama pertugas pemda.

"Pemasangan baliho harus dilakukan bersama petugas pemda yang berwenang dan memiliki masa berlaku pemasangan yang harus segera dilepas ketika masa berlaku habis," beber Nirwono.

BACA JUGA: FPI Tak Peduli Status Ormas Tidak Terdaftar di Kemendagri

"Pemasangan baliho merupakan salah satu sumber pendapatan daerah sehingga pemasang wajib membayar pajak yang telah ditentukan pemda setempat," imbuhnya.

Ditekankan Nirwono, seluruh baliho yang akan dipasang dengan menggunakan ruang publik, wajib membayar pajak. Adapun, tarif pajak pemasangan baliho di setiap daerah berbeda-beda.

"Semua baliho harus bayar pajak karena menggunakan ruang publik, dengan biaya setiap daerah berbeda (Jakarta lebih mahal dengan Bekasi misalnya) dan lokasi penempatannya (semakin strategis ke pusat kota semakin mahal)," pungkasnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini