Kasus Aktif Corona di Jakarta Mengalami Lonjakan 4.95% Selama 2 Pekan Terakhir

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Minggu 22 November 2020 22:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 22 338 2314083 kasus-aktif-corona-di-jakarta-mengalami-lonjakan-4-95-selama-2-pekan-terakhir-BSS0KpfQoG.jpg Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Okezone)

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta ini diperpanjang selama 14 hari.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan, meskipun PSBB Masa Transisi diperpanjang penularan Covid-19 masih terjadi.

"Ingat, masih terjadi penularan meskipun melambat," kata Anies dalam keterangannya, Minggu (22/11/2020).

Pemprov DKI Jakarta sendiri mencatat terdapat lonjakan kasus aktif sebesar 4.95% selama 14 hari terakhir yaitu 8.026 pada 7 November menjadi 8.444, pada 21 November.

Baca Juga: Pemprov DKI Perpanjang PSBB Transisi hingga 6 Desember

Adapun kasus aktif di Jakarta setiap dua pekan sebelumnya mengalami tren penurunan. Dimana 13.155 (26/9/2020) 13.253 (10/10/2020); 12.481 (24/10/2020); dan 8026 (7/11/2020).

"Meskipun demikian, secara persentase, kasus aktif di Jakarta terus mengalami penurunan setiap dua pekannya yaitu 6,7% (21/11) dari sebelumnya 7,2% (7/11); 12,5% (24/10); 15,5% (10/10); dan 18,7% (26/9)," tuturnya.

Di sisi lain, tingkat kesembuhan juga semakin menunjukkan tren perbaikan dengan 91,3% pada 21 November 2020, sedangkan pada setiap dua pekan sebelumnya berada di angka 78,9% (26/9); 82,3% (10/10); 85,4% (24/10); dan 90,7% (7/11).

Selain itu, tingkat kematian juga menunjukkan penurunan sebesar 0,1% menjadi 2% dengan angka sebelumnya cenderung stabil di angka 2,1% pada 7 November dan 24 Oktober 2020. Angka tingkat kematian tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan dua pekan sebelumnya yaitu 2,4% (26/9) dan 2,2% (10/10).

"Dari data tersebut, terlihat bahwa peningkatan akumulasi kasus konfirmasi positif di DKI Jakarta setiap dua pekan mulai menunjukkan kenaikan sebesar 11,62% pada 7-11 November. Padahal kita menyaksikan sebelumnya menunjukkan tren penurunan dalam pertambahan kasus yaitu 18,03% pada 26 September-10 Oktober, 14,57% pada 10-24 Oktober, dan 9,87% pada 24 Oktober-7 November 2020," tutur Anies.

"Artinya penularan kasus di Jakarta mulai sedikit meningkat dalam dua pekan terakhir setelah melambat di pekan-pekan sebelumnya. Ini waktunya kita semakin waspada dan disiplin dengan protokol kesehatan. Artinya penularan masih terjadi dan kita harus semakin waspada," imbuhnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini