Disangka Korban Begal, Mayat di Tangerang Ternyata Korban Pembunuhan Mantan Pegawai

Isty Maulidya, Okezone · Senin 23 November 2020 16:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 338 2314635 disangka-korban-begal-mayat-di-tangerang-ternyata-korban-pembunuhan-mantan-pegawai-FWUJFnVANI.jpg (Foto: Okezone.com/Isty M)

TANGERANG - Jajaran Polsek Jatiuwung mengamankan pelaku pembunuhan Kit Fo yang mayatnya ditemukan tergeletak di pinggir Jalan Kampung Bayur, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Kamis 19 November 2020. Pelaku merupakan mantan pegawai korban berinisial N.

Mayat korban sempat dikira korban begal, terlebih lagi ditemukan di pinggir jalan dalam keadaan bersimbah darah.

Kapolsek Jatiuwung, Kompol Aditya Sembiring menjelaskan, pelaku melakukan aksinya lantaran sakit hati karena korban telah menghilangkan motor pelaku pada tahun 2017. Oleh pelaku korban sempat diberikan uang pengganti, namun korban merasa tidak puas karena jumlahnya tidak sesuai.

"Awal mula permasalahannya terjadi pada 2017 lalu. Motor pelaku dihilangkan oleh korban, sempat diganti tapi tidak sesuai dengan permintaan pelaku," ujar Aditya di Mapolsek Jatiuwung, Senin (23/11/2020). 

Ilustrasi. (Foto: Shuttterstock)

Sakit hati, pelaku keluar dari tempat usaha korban dan mendirikan usaha sendiri. Namun usahanya tidak berkembang selama 3 tahun. Pelaku kemudian teringat kembali dengan motor yang dihilangkan korban. Pelaku pun akhirnya berkomunikasi dengan korban dan jawaban korban dianggap mengecewakan. 

Baca juga: Mayat Dalam Drum Gegerkan Warga Jambi

"Sejak 2017 pelaku mendirikan usaha tetapi tidak berkembang sehingga dia ingat motor yang hilang. Kemudian pelaku datang kepada korban dan menanyakan motor yang hilang, jawaban korban (dianggap) tidak memuaskan, sehingga pelaku dendam dan sakit hati," lanjut Aditya. 

Pelaku akhirnya merencanakan pembunuhan terhadap korban. Lokasi pembunuhan juga telah diperiksa pelaku untuk memastikan bahwa jalan tersebut sepi dan jarang dilalui orang. Pelaku juga menyiapkan palu untuk menghabisi korban. 

"Pelaku melakukan survei dan memilih tempat untuk eksekusi korban, dan diputuskan di daerah Bayur yang merupakan jalan sepi," ujar Aditya. 

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana 20 tahun dan atau 15 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini