Tangsel Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Ini 3 Syaratnya

Hambali, Okezone · Senin 23 November 2020 21:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 338 2314804 tangsel-siap-gelar-pembelajaran-tatap-muka-ini-3-syaratnya-aIrc0CFLdY.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

TANGERANG SELATAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai berbenah menyiapkan segala hal agar bisa melangsungkan pembelajaran tatap muka. Mulai dari kebijakan umum hingga pada pengarahan kepada pihak sekolah guna menentukan tataran teknis di lapangan.

Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono, menerangkan, ada 3 syarat yang harus diperhatikan sebelum pelaksanaan sekolah tatap muka. Yakni, kesiapan protokol kesehatan dan sarana pendukung seperti suplai masker serta wastafel mencuci tangan. Kemudian persetujuan komite, dan terakhir adalah izin orang tua.

"Bahwa pada Januari 2021 sudah boleh dilaksanakan pembelajaran tatap muka. Perbedaan prinsip SKB ini adalah untuk menetapkan sekolah mana yang boleh belajar tatap muka itu tidak lagi melihat status Covidnya, tapi pertama dilihat dari kesiapan sekolah melaksanakan protokol kesehatan. Kedua, disetujui komite sekolah, dan ketiga ada izin orang tua murid," katanya, Senin (23/11/2020).

Dijelaskan Taryono, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi melalui webinar tentang penyelenggaraan sekolah tatap muka. Kini, dinas pendidikan sedang berkoordinasi dengan instansi lain seperti dinas kesehatan serta Satgas Covid-19.

"Kami sudah share bahannya, materinya, ke grup-grup sekolah. Dan nanti masing-masing kepala sekolah harus menyampaikan persiapannya apa saja," sambungnya.

Baca Juga : FPI Sebut Hasil Swab Test Habib Rizieq Negatif Covid-19

Baca Juga : Guru dan Wali Murid di Blitar Siap Langsungkan Pembelajaran Tatap Muka

Menurut Taryono, nantinya pihak sekolah tak boleh langsung membuka praktik belajar tatap muka untuk 100 persen siswa di masing-masing sekolah. Melainkan diatur, setidaknya sepertiga jumlah siswa dalam satu hari. Teknisnya, kata dia, dikembalikan oleh kebijakan sekolah.

"Tentu di situ bagaimana bisa menjaga jarak. Berarti kan jumlah siswa yang ada di sekolah tidak mungkin seratus persen, maksimal 50 persen. Tapi kita akan coba sepertiga dulu. Nanti dari dinas kesehatan akan mengecek dulu sekolah itu," ucapnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini