Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Kembali Lakukan Rapid Test di Megamendung

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 23 November 2020 23:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 338 2314839 satgas-covid-19-kabupaten-bogor-kembali-lakukan-rapid-test-di-megamendung-PrSuc2sgtI.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

BOGOR - Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor akan kembali menggelar rapid tes massal covid-19 di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tes massal itu akan menyasar masyarakat dan Pondok Pesantren Agrikultural milik Habib Rizieq Shihab.

"Tadi arahan dari pimpinan kemudian masukan beberapa divisi kita juga akan melakukan lagi uji rapid di seputar pondok pesantren. Kemudian kita akan mencoba juga melakukan uji rapid di pesantren, kurang lebih di dalam pesantren," kata Jubir Satgas Covid-19 Irwan Purnawan, Senin (23/11/2020).

Hal tersebut, lanjut Irwan, akan dikomunikasikan terlebih dahulu kepada pengurus pondok pesantren. Termasuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait jumlah rapid tes yang akan disediakan.

"Tentunya diperlukan komunikasi yang lebih lanjut dengan pengurus pondok pesantrennya. Targetnya belum dibahas tapi kita akan melakukan uji sampling rapid akan kita lakukan kembali," jelasnya.

Sejauh ini, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi terjadi klaster penularan covid-19 di Megamendung usai terjadinya kerumunan massa saat menyambut kedatangan Habib Rizieq beberapa waktu lalu.

"Langkah-langkah yang telah kita lakukan dan langkah-langkah yang sedang kita lakukan di antaranya yang telah kami lakukan, kita mencoba melakukan uji sample rapid ya di dua desa kemudian dilakukan penyemprotan di enam desa," tambahnya.

Baca Juga : Wakil Bupati Bogor Setuju Libur Panjang Akhir Tahun Ditiadakan

Untuk rapid tes, diikuti sebanyak 558 orang dengan jumlah yang reaktif 20 orang. Mereka yang reaktif sudah dilakukan swab tes covid-19.

"Yang rapid kemarin itu kan ada 558 ya kemudian yang 20 hasilnya reaktif. Untuk yang 5 sample dibawa BTLPP dan hasilnya negatif. Sedangkan yang 15 masih diperiksa oleh laboratorium kesehatan daerah atau labkesda Kabupaten Bogor," tutup Irwan.

(aky)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini