Pemuda Bogor Tak Niat Hina Polisi di Medsos, Hanya Refleks

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 24 November 2020 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 338 2315324 pemuda-bogor-tak-niat-hina-polisi-di-medsos-hanya-refleks-SArN7hqaPH.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

BOGOR – Motif dari pemuda asal Kota Bogor berinisial AJ (24) yang menghina aparat saat menurunkan baliho melalui media sosial hanya spontanitas. Tidak ada unsur kebencian terhadap institusi Polri maupun pendukung dari Habib Rizieq Shihab (HRS).

"Hasil pengakuan sementara dia tidak ada niat (menghina), hanya semacam refleks," kata Paur Subbag Humas Polresta Bogor Kota Ipda Rachmat Gumilar kepada Okezone, Selasa (24/11/2020).

Dengan adanya kasus ini, polisi mengimbau masyarakat terutama yang aktif di dunia maya untuk selalu bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai nantinya tersandung kasus hukum.

"Imbauannya untuk masyarakat agar berhati-hati dalam bermedsos," tutur Rachmat.

Sebelumnya, beredar di media sosial Instagram seorang pemuda berinisial AJ yang menghina aparat Brimob terkait pencopotan baliho Habib Rizeiq Shihab (HRS). AJ menggunakan akun @albani_31 mengomentari video dalam akun @brimob_id dengan bahasa yang tak pantas saat mencopot baliho.

Kemudian, potongan gambar dari komentar AJ itu diunggah akun @jokersupriadi pada Minggu 22 November 2020. Dalam akunnya @jokersupriadi mengucapkan terima kasih kepada aparat Brimob yang telah menangkap pemilik akun penghina aparat.

"Before and after. Terima kasih dan hormat untuk bapak-bapak Brimob yang masih memberikan kesempatan @albian_31 untuk manggung dan menggebuk drumnya sebelum dicyduk," tulis akun @jokersupriadi.

Baca Juga : Hina Polisi Terkait Pencopotan Baliho Habib Rizieq, Pemuda Bogor Ditangkap

Dalam kasus ini, AJ telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini