Data Penerima Vaksin di Kota Bekasi Akan Rampung pada Desember

Wisnu Yusep, Okezone · Selasa 24 November 2020 19:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 338 2315482 data-penerima-vaksin-di-kota-bekasi-akan-rampung-pada-desember-m0lO2mMxvA.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

BEKASI - Dinas Kesehatan Kota Bekasi memastikan, data penerima vaksin di wilayah Kota Patriot rampung pada Desember mendatang. Saat ini, Dinas Kesehatan masih melakukan verifikasi ulang terkait kemutakhiran data di Dinas Pentatan Sipil Kota Bekasi.

"Kalau data dasar sudah ada dari Disdukcapil," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dezy Syukrawati kepada wartawan, Selasa (24/11/2020).

Baca juga:

Duh! Puluhan Guru SD di Cirebon Positif Covid-19

Jakarta Tertinggi Kasus Covid-19, Satgas Minta Anies Tindak Tegas Pelanggar Prokes

Satgas Peringatkan 5 Daerah yang Konsisten Alami Kenaikan Kasus Positif Covid-19   

Namun, pihaknya menemukan masalah soal ketertiban administrasi warga Kota Bekasi. Dia bilang banyak ditemukan warga yang tidak tertib.

"Kan ada juga yang enggak tertib administrasi. Jadi KTP Bekasi tapi orangnya di tempat lain. Kemudian lanjut ke pemeriksaan kondisi kesehatannya. Ada penyakit lain-lain atau nggak. Jadi akan ada verifikasi (ulang)," ungkap Dezi.

Saat ini, prioritas penerima vaksin masih sama dengan yang diperintahkan oleh Wali Kota Bekasi. Diantaranya untuk tenaga kesehatan, petugas lapangan dan orang-orang yang bergerak di sektor ekonomi secara langsung.

Sementara, diakui Dezy, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) telah meminta agar pihaknya melakukan sosialisasi mengenai vaksin virus corona. Sosialisasi itu agar tidak ada salah faham atau miskomunikasi.

"Kami diminta bantu komunikasi agar tidak terjadi mis di masyarakat, karena pada saat ini vaksin salah satu pilihan untuk kita bisa hidup normal," kata Dezy.

Untuk saat ini, sasaran penerima vaksin adalah mereka yang berusia 18-59 tahun. Khususnya di Kota Bekasi, jumlah pasien Covid-19 memang mayoritas adalah mereka yang berusia produktif.

"Saat ini masih di usian 18-59 karena mereka yang menjadi objek uji cobanya. Karena kasus terbanyak di usia produktif. Sehingga yang dijadikan sasaran usia tersebut. Taoi uji coba secara terbatas juga dilakukan di beberapa tempat," ujar dia.

Adapun, kata Dezy, pemkot masih melakukan pengumpulan data. Dari target 480.000 calon penerima, sudah dipetakan sekitar 8.000 orang di setiap 56 kelurahan.

"Kalau dirata-rata, 480.000 orang dibagi 56 kelurahan, sekitar 8.000-an per kelurahan. Ini yang sedang berproses," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini