Janjian Tawuran di Medsos, Pelajar Ini Tewas Dicelurit

Hasan Kurniawan, Okezone · Rabu 25 November 2020 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 338 2316005 janjian-tawuran-di-medsos-pelajar-ini-tewas-dicelurit-TX2H7Cgqx2.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

TANGERANG - Seorang remaja berinisial IH (15), tewas disabet celurit di Jalan Graha Raya Bintaro, tepatnya perempatan bingung, samping Masjid Imanudin, Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kapolsek Pondok Aren, AKP Riza Sativa mengatakan, ada empat tersangka yang berhasil diamankan dalam peristiwa pembacokan itu.

"Ada empat orang tersangka. Tersangka utama AS, BR, RH dan RF. Untuk korban, kami turut berduka cita atas meninggalnya IH. Semoga almarhum beristirahat dengan tenang," kata Riza, kepada Sindonews, Rabu (25/11/2020).

 penangkapan

Dilanjutkan Riza, peristiwa pembacokan itu terjadi sekira pukul 03.00 WIB. Saat itu, korban dan pelaku berpapasan naik sepeda motor. Tanpa banyak bicara, pelaku AS langsung membacok korban yang berboncengan tiga dengan temannya.

"Jadi kejadiannya jam 3 pagi. Korban dan pelaku berpapasan menggunakan kendaraan roda dua. Tersangka boncengan berdua, antara AS dan BR. Sedangkan korban berboncengan 3 orang, yakni FT, MFA, dan IH paling belakang," sambungnya.

Saat pelaku AS mengayunkan celuritnya, korban FA dan MFA berhasil menghindar. Nahas, IH terkena sabetan celurit pada lehernya. Akibat sabetan itu, korban mengalami luka yang cukup parah dan meninggal di Rumah Sakit Sari Asih, Ciledug.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren AKP Sumiran menambahkan, pelaku dan korban janjian tawuran di perempatan bingung. Ironisnya, korban dan kedua temannya tidak ada yang membawa senjata tajam.

"Mereka janjian lewat medsos dan hendak tawuran. Mereka sudah berniat tawuran. Janjiannya di perempatan bingung, Graha Raya. Mereka ini kelompok pelajar, 3 masih pelajar dan 1 baru lulus. Mereka dari Ciputat dan Serpong," ungkapnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 80 UU RI No 17 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi UU dan atau Pasal 338 KUHP atau Pasal 170 ayat 3 dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini