Pemekaran RW di Kapuk Muara Diminta Dikaji Kembali

Agregasi Sindonews.com, · Kamis 26 November 2020 09:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 338 2316384 pemekaran-rw-di-kapuk-muara-diminta-dikaji-kembali-CHsdjiataS.jpg Ilustrasi (Foto : Sindonews/Istimewa)

JAKARTA - Camat Penjaringan dinilai harus melakukan klarifikasi terkait pemekaran RW di Pantai Indah Kapuk (PIK), Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Hal itu disampaikan Tokoh Masyarakat Wisnu W Pettalolo. Dia juga mempertanyakan, boleh atau tidak melakukan pemekaran pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Pertama kami menanyakan apakah boleh melakukan pemekaran RT/RW pada masa PSBB? Kedua apakah memungkinkan pemekaran atau perubahan status satu RT langsung menjadi satu RW?? Ketiga apakah dengan 200 (duaratus) KK memungkinkan menjadi satu RW tersendiri?” ujar Wisnu dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/11/2020).

Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) harus menjelaskan kepada warga. Agar, kata dia, warga tahu maksud dan tujuannya.

“Inilah tiga pertanyaan pokok yang harus dijawab oleh pejabat di Jakarta Utara dan Balai Kota maupun pihak Kecamatan Penjaringan. Supaya kami paham begitu juga masyarakat,” katanya.

Sedangkan, kata dia, di dalam Surat Edaran Sekda DKI Jakarta No. 51/SE/2020 tentang penangguhan pemilihan Ketua RT/RW pada masa PSBB. Sesuai Pergub 171/2016, Pemekaran RT harusnya menjadi beberapa RT dulu, ketika mencukupi baru diusulkan menjadi RW tersendiri.

“Pergub 171/2016 juga memberikan batasan tegas tentang jumlah KK dalam satu RT/RW, yaitu: 80 sampai dengan 160 KK per RT dan 8 sampai dengan 16 RT dalam satu RW,” terangnya.

Baca Juga : Apresiasi Penangkapan Edhy Prabowo, ICW Ingatkan KPK soal Harun Masiku

Dia berharap, para pejabat terkait bisa menjelaskan polemik berkepanjangan dan adu argumentasi tentang aturan pemekaran RT/RW antara Warga RW 07 dengan Camat Penjaringan dan Lurah Kapuk Muara.

“Camat Penjaringan dan unsur pemerintahan terkait bisa mengklarifikasi masalah pemecahan RW07 di Kelurahan Kapuk Muara yang dinilai kontroversial,” harapnya.

Hingga berita ini diturunkan, awak media belum bisa menghubungi pihak kecamatan Penjaringan untuk mengkonfirmasi masalah kisruh yang masih berlanjut ini.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini