Pejabatnya Positif Covid-19, Kantor Disdik Kota Bogor Ditutup

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Kamis 26 November 2020 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 338 2316855 pejabatnya-positif-covid-19-kantor-disdik-kota-bogor-ditutup-25zw3t5Bdn.jpg Wali Kota Bogor, Bima Arya (foto: Okezone.com/Putra RA)

BOGOR - Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor ditutup sementara hingga Minggu 29 November 2020. Hal itu menyusul adanya Sekretaris Disdik Kota Bogor, Dani Rahardian yang dinyatakan positif Covid-19.

"Iya jadi Sekdis Disdik, Pak Dani terkonfirmasi positif dan untuk sementara sampai akhir Minggu pelayanan ditutup dulu," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto kepada wartawan, Kamis (26/11/2020).

Baca juga:

Viral di Medsos, 30 Karyawan Giant Reaktif Covid-19   

Sebaran 4.917 Kasus Covid-19 di 34 Provinsi, DKI dan Jabar Tertinggi

Sebanyak 66.685 Orang di Indonesia Menjadi Suspek Covid-19

Saat ini, Dinas Kesehatan Kota Bogor bersama Satgas Covid-19 masih melakukan tracing terhadap seluruh kontak erat. Sementara, yang bersangkutan sedang menjalani perawatan di RSUD Kota Bogor.

"Jadi sampai sekarang masih demam, kita doakan lah ya mudah-mudahan membaik," ungkapnya.

Meski ada kasus positif pada pejabat pendidikan, belum merubah rencana pembelajaran tatap muka pada Januari 2020. Tetapi, Pemkot Bogor tetap akan melihat perkembangan situasi ke depannya.

"Kalau (rencana) tatap muka tetap, kita kan mengacu arahan dari Pak Menteri bahwa Januari dipersilakan. Tetapi kita tetep ingin melihat Januari walaupun mempersilakan, tapi kalau Januari mengkhawatirkan, ya tidak akan kita lanjutkan," tutup Bima.

Sebelumnya, terdapat dua ASN di lingkup Pemerintah Kota Bogor yang juga dinyatakan positif covid-19. Keduanya adalah Camat Bogor Utara, Marse Hendra Saputra dan Kepala Dinas PUPR, Chusnul Rozaqi.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor hingga Rabu 25 November 2020 total kasus positif covid-19 di Kota Bogor mencapai 3.109 orang. Rinciannya, 523 orang masih sakit, 2.495 sudah sembuh dan 91 orang meninggal dunia.

Sementara, kasus kontak erat total sebanyak 3.262 orang dengan rincian 186 orang masih dikarantina dan 3.076 sudah sembuh. Lalu, total kasus suspek 3.302 orang rinciannya 252 orang masih dirawat, 2.995 orang sembuh dan 55 orang meninggal dunia.

Terakhir, untuk total kasus kategori probable sebanyak 76 orang dengan rincian 11 orang sudah dinyatakan sembuh dan 65 orang meninggal dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini