Ganjil-Genap Ditiadakan, Volume Kendaraan di Jakarta Meningkat

Helmi Syarif, Koran SI · Jum'at 27 November 2020 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 338 2317319 ganjil-genap-ditiadakan-volume-kendaraan-di-jakarta-meningkat-z9muEUtL0I.jpg Lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman. (Ilustrasi/Dok Okezone/Arif Julianto)

JAKARTA – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mencatat ada kenaikan volume kendaraan di DKI Jakarta beberapa minggu sejak kebijakan ganjil-genap ditiadakan.

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar mengatakan, kenaikan volume lalu lintas ini diprediksi karena aktivitas warga sudah mulai normal. Kegiatan perkantoran sudah dibuka kembali, meskipun masih dibatasi.

"Volume kendaraan beberapa titik memang terjadi kepadatan arus lalu lintas. Karena memang aktivitas masyarakat sudah mulai ada yang diperbolehkan kembali," katanya, Jumat (27/11/2020).

Kendati demikian, Fahri tidak merinci seberapa besar kenaikan volume lalu lintas selama ganjil-genap ditiadakan. Upaya-upaya pencegahan kemacetan terus dilakukan untuk mengurai kenaikan jumlah kendaraan tersebut.

"Meski tidak diterapkan, kita melakukan upaya arus lalu lintas dengan pengalihan, penutupan arus lalu lintas, dan sebagainya," tuturnya.

Meskipun volume lalu lintas mengalami kenaikan, Ditlantas Polda Metro Jaya belum berencana menerapkan kembali ganjil-genap. Pertimbangannya untuk mencegah penularan Covid-19 khususnya di angkutan umum.

Hal itu mengingat ketika ganjil-genap diterapkan, jumlah pengguna angkutan umum relatif akan naik. "Biasanya terjadi penambahan antara 6 sampai 11 persen. Khawatir akan terjadi penumpukan makanya kita tidak menerapkan gage (ganjil-genal-red) dulu," ucapnya.

Baca Juga : PSBB Diperpanjang, Ganjil-Genap di DKI Jakarta Masih Belum Berlaku

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi selama 14 hari, terhitung mulai 23 November sampai dengan 6 Desember 2020. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus Covid-19.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini