Share

Polisi Susun Rencana Penyidikan Kasus Hajatan Habib Rizieq

Ari Sandita Murti, Sindonews · Jum'at 27 November 2020 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 338 2317373 polisi-susun-rencana-penyidikan-kasus-hajatan-habib-rizieq-UHsdclwf3u.jpg Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat saat jumpa pers (foto: Sindonews/Ari)

JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya menemukan adanya perbuatan pidana dalam resepsi anak Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat sehingga status kasusnya pun naik dari penyelidikan ke penyidikan. Saat ini, polisi pun tengah menyusun rencana penyidikan di kasus itu.

"Pertanyaannya apa yang akan dilakukan? Setelah ini, kami menyusun rencana penyidikan, apa saja yang dikerjakan di penyidikan mendasari pada alat bukti, saksi, ahli, bukti petunjuk, surat dokumen dan lainnya," ujar Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan, Jumat (27/11/2020).

Baca juga:

Heboh Karangan Bunga di RS Ummi, Pesan Rindu "Kak Ema" untuk Habib Rizieq

Hajatan Habib Rizieq Ada Unsur Pidana, Polisi Cari Alat Bukti dan Periksa Saksi   

Kapolda Metro Sebut Hajatan Habib Rizieq Ditemukan Adanya Perbuatan Pidana   

Menurutnya, polisi sudah melakukan gelar perkara saat menyelidiki kasus tersebut dan hasilnya ditemukan perbuatan pidana dalam kasus itu. Maka itu, polisi menaikan status kasusnya ke penyidikan.

"Kami sudah gelar perkara untuk menaikkan yang semula ada diduga tindak pidana, sekarang kami meyakini peristiwa itu ada pidananya. Namun, Untuk tersangka nanti kita lakukan gelar perkara setelah ada alat bukti," tuturnya.

 

Ke depan, tambahnya, polisi bakal memanggil semua saksi yang berkaitan dengan kasus tersebut guna mengumpulkan alat bukti dan saat ini pun bakal dijadwalkan. Setelah semuanya dilakukan, polisi bakal kembali melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka di kasus itu.

Saat ditanyakan apakah polisi bakal memanggil Habib Rizieq Shihab atau anak dan menantunya, dia tak menjawabnya secara tegas.

"Semua siapa saja, yang terkait dalam pemenuhan alat bukti itu akan kita panggil dalam kapasitasnya sebagai saksi, kami tak mengkhusukan 1-2 orang saja," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini