Pembahasan APBD 2021 Dinilai Terlalu Singkat, Ini Respons Wagub DKI

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 27 November 2020 20:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 338 2317650 pembahasan-apbd-2021-dinilai-terlalu-singkat-ini-respons-wagub-dki-zcEty0OAU9.jpg Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Foto: Sindo Photo)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) menepis kritikan yang menyebut APBD DKI 2021 tidak akan berkualitas lantaran waktu pembahasannya yang hanya berlangsung singkat.

Ariza mengatakan, pihaknya telah menyesuaikan pembahasan APBD DKI 2021 seperti program yang telah disesuaikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) saat pandemi Covid-19.

"(Kami) menyiapkan program dan aplikasi yang baik sekali, tapi kami mohon waktu penyesuaian dan koordinasi harmonisasi nomenklatur kodefikasi dan sebagainya. Tapi kami bersyukur adanya program smart budgeting, smart planning budgeting dari Kemendagri merupakan program yang baik, dan titik awal bagi kita semua dalam rangka membangun keterbukaan anggaran, transparansi anggaran," kata Ariza usai menjawab pandangan fraksi DPRD DKI Jakarta dalam rapat paripurna, Jumat (27/11/2020).

Ariza mengatakan, program smart budgeting dari Kemendagri tersebut akan memberikan akses kepada publik yang ingin mengawal APBD DKI Jakarta 2021, termasuk memberikan akses untuk mengkritik dan memberi saran.

Baca Juga: Gelar Paripurna, DPRD dan Pemprov DKI Sepakati APBD 2021 Rp82,5 Triliun

Menurut dia, pembahasan APBD DKI Jakarta sudah dibahas sejak lama lantaran program tersebut telah disusun pada tahun-tahun sebelumnya.

"Pembahasan APBD itu kan banyak program yang sudah lama bertahun dilaksanakan, direncanakan jangka pendek, menengah, panjang. Tidak ada program yang ujug-ujug nongol dalam 1 atau 2 Minggu, semua program pemerintah berkesinambungan," ucap dia.

Politisi Gerindra itu menyebut Pemprov DKI Jakarta juga melanjutkan program yang telah digagas pemimpin DKI sebelumnya.

"Tidak ada yang tidak berkelanjutan dan berkesinambungan. Tidak ada program yang ujug-ujug datang, semua program untuk kepentingan masyarakat Jakarta, semua program ada jangka menengah, jangka pendek, dan jangka panjang," tuturnya.

Sebelumnya, Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta mengritisi waktu pembahasan pagu APBD 2021 yang terbilang singkat.

Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUAPPAS) Rancangan APBD Tahun Anggaran 2021 mulai dibahas pada 5 November di Bogor dan MoU KUAPPAS langsung ditandatangani pada 26 November 2021. Artinya, pembahasan APBD DKI Jakarta hanya berlangsung 21 hari.

"Dengan pembahasan yang dilakukan secara terburu-buru mustahil kiranya dapat menghasilkan APBD yabg yang berkualitas," ujar anggota Fraksi Demorkat DPRD DKI, Neneng Hasanah saat membacakan pemandangan umum terhadap Raperda APBD 2021.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini