Dirut RS Ummi Dilaporkan ke Polisi, Ini Kata FPI

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 28 November 2020 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 28 338 2317956 dirut-rs-ummi-dilaporkan-ke-polisi-ini-kata-fpi-qN5VJm9gMm.jpg Sekretaris Bantuan Hukum DPP FPI. Aziz Yanuar. (Foto: Okezone/Harits Tryan Akhmad)

JAKARTA - Direktur Utama Rumah Sakit Ummi, Bogor dilaporkan ke Polres Bogor Kota lantaran diduga menghalangi atau menghambat penanganan wabah penyakit menular. Laporan itu diduga berkaitan dengan pengambilan uji swab (swab test) Rizieq Shihab yang saat ini dirawat di rumah sakit tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Bantuan Hukum DPP Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar menyebut bahwa, adanya laporan tersebut merupakan bentuk kriminalisasi terhadap Rizieq Shihab dan FPI.

BACA JUGA: Halangi Satgas Uji Swab Habib Rizieq, Direktur RS Ummi Dilaporkan ke Polisi

"Itulah yang saya katakan kriminalisasi terkait yang berkaitan dengan HRS dan FPI," kata Aziz saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Sabtu (28/11/2020).

Menurut Aziz, Dokter dan Manajemen rumah sakit itu sudah melakukan kerjanya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Aziz menyatakan, tidak mungkin seorang dokter melanggar sumpah profesinya.

"Dokter dan RS itu kan bekerja sesuai UU Kesehatan dan memperhatikan HAM dari pasien, kalau seperti itu alasannya maka makin carut marut lah hukum di negeri ini, bukan lagi negara hukum tapi negara sewenang-wenang," ucap Aziz.

BACA JUGA:Ini Kronologi Habib Rizieq Dirawat di RS Ummi Kota Bogor, Sempat Masuk IGD

Sebelumnya, dari informasi terhimpun, laporan polisi tersebut tertuang dalam LP/650/XI/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA. Adapun pasal yang disangkakan yakni Pasal 14 Ayat 1, 2 UU Nomor 4 Tahun 1984.

Dalam laporannya, RS Ummi diduga menghalangi atau menghambat Satgas dalam penanganan atau penanggulangan wabah penyakit menular Covid-19 yang akan melakukan swab tes terhadap salah satu pasiennya yang diduga terpapar Covid-19. Kepada Satgas Covid-19, RS Ummi Kota Bogor dinilai tidak memberikan penjelasan yang utuh terkait protokol proses penanganan terhadap pasien tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini