Polda Metro Jaya Layangkan Surat Panggilan Habib Rizieq

Helmi Syarif, Koran SI · Minggu 29 November 2020 17:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 29 338 2318347 polda-metro-jaya-layangkan-surat-panggilan-habib-rizieq-8Q2FKdFjUT.jpg Habib Rizieq Shihab (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kasus kerumunan massa simpatisan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat terus bergulir. Kerumunan itu terjadi dalam acara Maulid Nabi dan acara pernikahan putri Habib Rizieq.

Setelah naik statusnya ke penyidikan, polisi pun mengambil langkah awal meminta lagi keterangan saksi. Kali ini, yang rencananya akan dimintai keterangan adalah Rizieq Shihab selaku pemilik acara hajatan putrinya tersebut. Hari ini, Minggu 29 November 2020 polisi mengirimkan surat pemanggilan terhadap pentolan FPI itu.

"Benar hari ini dikirimkan surat panggilan ke Rizieq," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat.

Baca Juga:  Selain Periksa Dirut RS Ummi, Polres Bogor Buka Peluang Panggil HRS 

Namun, tidak dirinci kapan harus memenuhi panggilan ini. Pun apa yang mau digali penyidik tidak dibeberkan. Surat sendiri dikirimkan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya ke kediaman Rizieq di Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Menyampaikan panggilan saja," tegasnya.

Baca Juga: Soal Uji Swab Habib Rizieq, Polri Akan Periksa 4 Direktur RS Ummi

Diketahui, FPI dan Imam Besar FPI, Habib Rizieq dikenai sanksi denda secara administratif sebesar Rp50 juta oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Surat pemberian sanksi itu dikirimkan pada Minggu, 15 November 2020.

 

Denda ini terkait dengan penyelenggaraan rangkaian kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pernikahan anak Habib Rizieq di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta pusat pada Sabtu malam, 14 November 2020. Kegiatan ini menimbulkan kerumunan massa.

Sementara, menantu Rizieq Shihab, Hanif Alatas, menyebut denda administratif sebesar Rp50 juta telah dibayarkan. Denda merupakan sanksi dari Satpol PP DKI Jakarta karena adanya kerumunan massa saat acara pernikahan anak Habib Rizieq.

"Kami dari pihak keluarga sudah terima suratnya, bahkan kami sudah membayar (sanksi) & memaklumi hal tersebut, meskipun di acara kemarin diwajibkan protokol Covid (dan sudah kami laksanakan)," tulis Habib Hanif melalui akun resmi Front Pembela Islam, dikutip Minggu, 15 November 2020.

Buntut kejadian ini, pada Senin, 16 November 2020, Mabes Polri mencopot dua Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) yaitu, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi. Keduanya dicopot lantaran dianggap tidak melaksanakan perintah menegakkan protokol kesehatan.

Meski begitu, Polri tidak menjelaskan secara lebih rinci alasan pencopotan kedua jenderal polisi berbintang dua tersebut. Namun, diketahui terjadi sejumlah kerumunan massa belakangan ini di daerah Jakarta dan Jawa Barat.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini