Ini Kata Polisi untuk Habib Rizieq jika Tak Penuhi Panggilan

Helmi Syarif, Koran SI · Selasa 01 Desember 2020 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 338 2319490 ini-kata-polisi-untuk-habib-rizieq-jika-tak-penuhi-panggilan-NA9SC0guXx.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tanda-tanda kehadiran Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) di Polda Metro Jaya belum terlihat. Padahal, ia dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada hari ini, Selasa 1 Desember 2020 pukul 10.00 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, ketidakhadiran Rizieq untuk diperiksa harus dengan alasan yang masuk akal dan jelas.

"Mekanismenya silakan untuk tidak hadir selama bisa menyampaikan alasan yang pasti, alasan yang menurut aturan undang-undang itu betul," katanya.

Baca Juga:  FPI Sebut Habib Rizieq ke Sentul Menengok Cucunya

Dia menegaskan, alasan yang masuk akal antara lain alasan kesehatan. Namun, HRS harus melampirkan surat keterangan dari dokter.

"Misalnya, yang bersangkutan sakit dengan membawa surat keterangan sakit dari dokter. Nanti dokternya kita cek sakitnya sakit apa? Kan nggak mungkin orang sakit kita periksa. Yang penting Harus ada alasan yang pasti," tegasnya.

 

Selain itu, jika Rizieq datang memenuhi panggilan polisi, pihaknya akan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat memeriksa pentolan FPI itu. Akan ada tes virus corona sebelum pemeriksaan itu dimulai.

"Setiap pemeriksaan kita lakukan akan kita terapkan protokol kesehatan, kita jalankan plus kita harus swab test di sini untuk bisa memastikan jangan sampai penyidik malah yang diperiksa positif penyidiknya kena," kata Yusri.

Baca Juga:  Pengacara Habib Rizieq Bakal Sambangi Polda Metro, HRS Ikut?

Seperti diketahui, kegiatan hajatan pernikahan putri Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat beberapa waktu yang lalu berdampak panjang. Bahkan, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana pun dicopot oleh Kapolri karena dinilai gagal menegakkan protokol kesehatan.

Polri pun sudah memeriksa perangkat kota mulai dari tingkat RT hingga Gubernur dan Wagub DKI Jakarta. Setelah proses penyelidikan yang panjang, polisi akhirnya menaikkan status kasus itu menjadi penyidikan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini