Ibu-Ibu Pendemo Nangis Histeris hingga Dirikan Tenda di Kantor BPN Bekasi

Rahmat Hidayat, iNews · Selasa 01 Desember 2020 23:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 338 2319854 ibu-ibu-pendemo-nangis-histeris-hingga-dirikan-tenda-di-kantor-bpn-bekasi-33EutTeTkh.jpg Demo di depan Kantor BPN Kota Bekasi hingga massa mendirikan tenda. (Foto : iNews/Rahmat Hidayat)

BEKASI – Ratusan warga Jati Karya, Kota Bekasi, Jawa Barat, demo di depan Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Bekasi, Selasa (1/12/2020). Dalam aksinya, mereka menuntut surat rekomendasi dari BPN Kota Bekasi sebagai pengantar pencairan ganti rugi yang saat ini berada di Pengadilan Negeri Kota Bekasi. Bahkan, massa mendirikan tenda dan perlengkapan masak untuk menginap di depan Kantor BPN.

Sementara itu, dikonfirmasi pihak media, pihak BPN Kota Bekasi enggan memberikan keterangan.

Seorang ibu pendemo langsung meluapkan emosi dan menangis histeris saat melakukan aksi di depan Kantor BPN Kota Bekasi. Kedatangan ratusan warga yang didominasi emak-emak ini merupakan ahli waris yang terkena gusuran proyek Tol Cimanggis–Cibitung. Mereka menuntut pihak BPN Kota Bekasi agar segera merekomendasikan surat rekomendasi ke Pengadilan Negeri Bekasi. Untuk pencairan pembayaran lahan mereka yang terkena proyek tol Cimanggis-Cibitung.

Berdasarkan pantauan, dalam aksinya, ratusan warga yang merupakan ahli waris ini membentangkan spanduk tuntutan dan orasi. Meski massa aksi sempat melakukan dialog dengan pihak BPN didampingi pihak kepolisian dan unsur TNI, sayangnya belum membuahkan hasil yang memuaskan. Warga menilai, pihak BPN tidak transparansi dan mengulur ulur waktu dalam melakukan proses validasi tanah milik warga yang kini menjadi sengketa sejak dua puluh satu tahun lalu, meski warga sudah memenuhi sejumlah persyaratan yang diminta dari pihak BPN Kota Bekasi.

Tak puas dengan hasil dialog, warga kemudian menggelar tenda dan mengeluarkan alat dapur di halaman kantor BPN Kota Bekasi sebagai bentuk kekecewaan dan aksi lanjutan. Meski demikian, pihak kepolisian Polres Metro Bekasi Kota yang bertugas mengamankan jalannya aksi terpaksa membubarkan warga dengan berjalan damai mengingat waktu demo telah usai.

Baca Juga : Demo Tolak Kedatangan Habib Rizieq di Makassar Berakhir Ricuh

Diketahui, aksi warga Jati Karya ini untuk menuntut ganti rugi atau uang konsinyasi sebesar Rp218 miliar atas tanah seluas empat hektare lebih yang terkena pembangunan jalan Tol Cimanggis-Cibitung yang kini sudah beroperasi. Uang tersebut sudah dititipkan di pengadilan negeri Kota Bekasi. Warga berjanji kembali melakukan aksi demi menuntut haknya esok hari, jika tuntutan warga tak dipenuhi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini