Ini Penjelasan BMKG Soal Fenomena Langit Biru di Jakarta

Komaruddin Bagja, Sindonews · Rabu 02 Desember 2020 08:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 338 2319956 ini-penjelasan-bmkg-soal-fenomena-langit-biru-di-jakarta-OW1W7rmi1l.jpg Foto: twitter @coco_jellies dan @WisnuKumuro

JAKARTA - Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Djatmiko menjelaskan, soal fenomena langit biru di Jakarta pada Selasa 1 Desember 2020 kemarin.

Menurutnya, fenomena cuaca cerah dengan penampakan Langit berwarna biru merupakan fenomena alamiah yang bisa di segala musim.

"Hal tersebut terjadi karena beberapa hal seperti kondisi angin yang relative cukup kencang, kelembapan udara yang relative cukup kering, sinar matahari, partikel penyusun di atmosfer dan faktor penglihatan," kata Hary saat dihubungi Sindonews, Rabu (2/12/2020).

Baca juga: Cerahnya Langit Jakarta Jadi Trending Topic, Fotonya Menakjubkan

Hary menambahkan, kondisi cuaca di wilayah Jakarta saat ini didominasi kondisi cuaca yang cerah pada pagi hari hingga menjelang sore, hal ini ditandai oleh di mana angin yang berhembus cukup kencang dan kelembaban udara cukup kering dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya.

"Kondisi inilah yang menghambat proses pembentukan dan pertumbuhan awan-awan hujan," tambahnya.

"Selain itu pada saat ini posisi pergerakan semu matahari berada di sebelah Selatan Ekuator hingga 23.5LS, sinar matahari yang dipancarkan dan diterima oleh bumi (dalam hal ini wil Indonesia sebelah Selatan khatulistiwa) sangat optimal," sambung Hary.

Kondisi ini yang membawa berbagai macam jenis gelombang panjang salah satu cahaya tampak (yang biasa dikenal istilah “mejikuhibiniu”).

Panjang gelombang yang masuk ke bumi dihalau dan difilter oleh partikel-partikel yang ada di atmosfer hanya menyisakan gelombang cahaya tampak.

Selanjutnya gelombang tersebut pada saat kondisi cuaca cerah berinteraksi dengan partikel-partikel penyusun yang ada di atmosfer, akibatnya terjadi penghamburan cahaya.

"Semakin rendah gelombang cahaya tampak yang didominasi oleh panjang gelombang yang paling rendah yaitu warna biru, nila dan ungu, maka semakin banyak gelomabng cahaya tersebut dihamburkan. Sehingga kondisi langit yang tampak dan terlihat oleh mata kita berwarna biru," jelasnya.

Panjang gelombang yang dipancarkan sinar matahari, diantaranya x-ray, sinar ultraviolet, cahaya tampak (mejikuhibiniu), dan gelombang radio (radio waves). Sedangkan partikel penyusun atmosfer meliputi nitrogen, oksigen, karbondioksida, ozon dan partikel berupa gas bumi lainnya.

Sekadar informasi, fenomena langit biru di Jakarta membuat kagum masyarakat. Lantaran terlihat begitu cerah dan indah perpaduan warnanya. Masyarakat tak sedikit mengabadikannya lewat kamera ponsel dan menunggahnya di media sosial.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini