Kontak dengan Anies dan Ariza, 437 Orang Jalani Tes Usap PCR Covid-19

Tim Okezone, Okezone · Rabu 02 Desember 2020 21:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 338 2320551 kontak-dengan-anies-dan-ariza-437-orang-jalani-tes-usap-pcr-covid-19-hlyTVKvfb5.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA -  Sebanyak 437 orang harus menjalani tes swab PCR lantaran sempat menjalin kontak dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria. Anies dan Riza diketahui telah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Pelacakan (contact tracing) dilakukan Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta kepada orang-orang di lingkungan kegiatan Gubernur DKI dan Wakil Gubernur. Anies sedianya telah menjalani tes usap PCR pada Senin 30 November dan Ariza menjalani tes usap PCR pada Jumat 27 November. 

"Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta dan jajaran langsung melakukan pelacakan kontak. Hingga Selasa (1/12) kemarin, kami di Dinkes DKI Jakarta dan jajaran telah mencatat 158 orang telah dilakukan tes usap dari kontak erat Gubernur dan 279 orang telah dilakukan tes usap dari kontak erat Wakil Gubernur sehingga total pelacakan kontak kasus sejauh ini adalah 437 orang," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Widyastuti melalui laman resmi Pemprov DKI, Rabu (2/12/2020).

Baca Juga: Anies: Alhamdulillah Seluruh Anggota Keluarga Saya Negatif Covid-19

Widyastuti mengungkapkan Anies dan Ariza selama ini telah rutin melakukan tes usap PCR minimal 1-2 minggu sekali sehingga relatif bisa terdiagnosis secara dini sehingga mendapatkan penanganan dengan cepat dan tepat. Selain itu, Widyastuti juga menyebut pelacakan kontak menjadi lebih cepat dilakukan setelah dikonfirmasi positif.

Ia juga mengapresiasi peran serta masyarakat yang aktif melapor langsung ke puskesmas untuk dilakukan tes usap PCR bila berstatus kontak erat dengan Anies maupun Ariza.

“Sesuai dengan definisi dari Kemenkes bahwa kontak erat adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi Covid-19. Jadi, pelacakan kontak (contact tracing) yang kami lakukan bukan menyatakan siapa yang tertular dari Gubernur maupun Wakil Gubernur, tapi siapa saja yang tertular bersama Gubernur dan Wakil Gubernur. Data kasus konfirmasi positif hasil contact tracing bukan menentukan penularnya dari Gubernur maupun Wakil Gubernur, tapi menentukan klaster kasus yang bersamaan terjadi selama masa inkubasi Covid-19,” ungkapnya.

Widyastuti menjelaskan, dari 158 kontak erat Gubernur selama periode tracing pada Selasa 1 November, hasilnya adalah 5 orang positif, 111 lainnya negatif dan 42 orang masih menunggu hasil. Sedangkan dari 279 kontak erat Wakil Gubernur selama periode tracing 28 November - 1 Desember, hasilnya adalah 19 positif, 185 negatif dan 75 orang lainnya masih menunggu hasil.

Mereka yang terkonfirmasi positif kemudian menjalani isolasi mandiri ataupun perawatan sesuai dengan derajat gejala yang dialaminya.

“Sekali lagi, kami menegaskan bahwa mereka yang terkonfirmasi positif dari hasil pelacakan kontak tidak menentukan sumber penularannya adalah Gubernur ataupun Wakil Gubernur. Saat ini, belum ditemukan kasus positif di antara mereka yang berinteraksi langsung dengan Gubernur baik dari keluarga maupun tim kerja setelah Gubernur dikonfirmasi positif. Kepada mereka yang terkonfirmasi positif sedang dalam proses penelusuran lebih lanjut," tuturnya.

Baca Juga: Habib Rizieq Doakan Anies Baswedan Segera Sembuh dari Covid-19

"Beberapa kasus ditemukan bahwa periode penularan sebelum berinteraksi dengan Gubernur dan merupakan bagian dari klaster keluarga masing-masing. Jadi kami mendata ada klaster terpisah yang ditemukan karena dilakukan tes masif di lingkungan kerja Gubernur dan Wakil Gubernur,” imbuhnya.

Widyastuti berharap masyarakat dapat melaporkan ke Puskesmas dan dilakukan tes usap PCR secara gratis khususnya apabila termasuk kontak erat dengan Anies maupun Ariza. Widyastuti juga menegaskan Pemprov DKI Jakarta berkomitmen penuh dalam pengendalian wabah Covid-19 di DKI Jakarta dengan melakukan kegiatan testing, tracing, dan treatment secara masif.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk senantiasa menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin melalui 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan rutin dengan sabun dan air mengalir.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini