Cegah Ledakan Covid-19 Kluster Industri, 2.000 Buruh Jalani Tes Swab

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Kamis 03 Desember 2020 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 338 2320878 ledakan-kluster-industri-corona-2-ribu-buruh-jalani-tes-swab-Y3uet6W3hd.jpg Ribuan buruh di Cikarang lakukan swab test (foto: Sindo/Abdullah)

BEKASI - Ribuan buruh mulai menjalani tes swab massal di Kawasan Industri MM2100, Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi. Ini menjadi kali pertama dari rencana 12.000 tes usap massal yang diperuntukkan bagi karyawan pabrik di Kawasan industri terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan, untuk tes swab pekan pertama dilakukan hari ini, dan pekan depan akan terus berlanjut hingga 12.000 ribu buruh.

”Hari ini sebanyak dua ribu buruh yang mengikuti tes swab,” kata Alamsyah, Kamis (3/11/2020).

Baca juga:

Gubernur dan Wagub Positif Covid-19, Kapolda Metro Jalani Swab Test

Bima Arya Dicecar Belasan Pertanyaan soal Habib Rizieq Shihab di RS Ummi Bogor

Studi Tur ke Yogya, Puluhan Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19

Tes massal ini dilaksanakan Gugus Tugas Covid-19 Pusat dengan menggandeng Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bekasi. Tes massal terhadap buruh dilakukan lantaran tingginya tingkat paparan covid-19 di klaster industri. Dalam kali pertama ini, tes dibagi dua sif yakni pagi dan siang yang masing-masing berjumlah 1.000 buruh.

Ribuan buruh yang menjalani tes usap ini berasal dari sedikitnya 70 perusahaan di Kawasan MM2100.

”Jadi ada 70 perusahaan yang mengajukan tes, kemudian dibagi-bagi. Setiap perusahaan ada 100 sampai 150 karyawannya yang dites. Sistemnya random namun nantinya diharapkan dapat mengetahui lebih lanjut dari klaster industri ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Masrikoh menambahkan, Kawasan MM2100 menjadi lokasi pertama tes usap lantaran kawasan ini dinilai masuk zona merah. Tingginya jumlah perusahaan berpotensi berbanding lurus dengan jumlah kasus covid-19.

Belum lagi beberapa klaster industri dengan kasus tertinggi berlokasi di kawasan ini, salah satunya LG Electronic.

”Kawasan ini juga jadi pilihan pertama karena di banyak perusahaan di sini yang punya mesin PCR sehingga memudahkan. Namun di tes yang lainnya juga akan dilaksanakan di Kawasan-kawasan lain,” ungkapnya.

Pengambilan sampel hasil tes usap ini, lanjut dia, akan diperiksa di laboratorium milik Universitas Indonesia di Salemba, Jakarta. Ditargetkan, hasil tes bisa diketahui dalam waktu empat hari. Bahkan, tes usap massal ini diprediksi bakal mendongkrak jumlah kasus positif covid-19 di wilayah Kabupaten Bekasi.

Meski demikian, peningkatan kasus ini dapat menjadi landasan gugus tugas untuk menangani klaster industri.

”Jadi jangan kaget jika nantinya jumlah kasus bakal naik. Tapi potensi kenaikan kasus ini sudah diantisipasi dengan jumlah lokasi karantina dan tracing menyeluruh. Hasil dari sini juga akan menjadi pemetaan untuk penanganan klaster industri ini,” ucapnya.

Masrikoh menegaskan, jika klaster industri menjadi menjadi penyumbang kasus covid-19 terbanyak di Kabupaten Bekasi. Lebih dari 60% kasus berasal dari kalangan pekerja pabrik.

”Bahkan di setiap minggu penambahan kasus pasti ada laporan dari perusahaan. Untuk itu penanganan lebih serius wajib dilakukan,” tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini