Beredar Hasil Swab Test Habib Rizieq Positif Covid-19, Ini Kata Bima Arya

Haryudi, Koran SI · Kamis 03 Desember 2020 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 338 2320917 beredar-hasil-swab-test-habib-rizieq-positif-covid-19-ini-kata-bima-arya-hwwZ03TrVL.jpg Wali Kota Bogor Bima Arya (Foto : Okezone.com)

BOGOR - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menyebut beredarnya foto hasil swab test Habib Rizieq Shihab di media sosial dan grup WhatsApp itu bisa jadi tidak benar.

Bima Arya menyatakan, pihaknya sudah melihat hasil PCR atau swab test atas nama Mohammad Rizieq Shihab yang dikeluarkan oleh MER-C kemudian beredar di dunia maya.

"Tapi, kita sampai saat ini belum menerima. Kami tidak bisa memastikan keaslian itu," ungkap Bima Arya usia menjalani pemeriksaan di Mapolresta Bogor Kota, Kamis (3/12/2020).

Baca juga:

Kasus RS Ummi, Bima Arya : Jadi Pembelajaran untuk Semua   

Kasus Kerumunan di Hajatan Habib Rizieq, Polisi Periksa Pihak Dishub

Sebab, lanjut Bima, data hasil swab test tersebut harus masuk all record. Pihaknya sudah melalukan pengecekan data all record tersebut.

"Jadi semua hasil swab mandiri yang dilakukan di faskes (fasilitas kesehatan) itu harus dilaporkan kepada all record (Dinas Kesehatan). Sehingga pemerintah bisa punya data kan gitu. Nah kami cek itu tidak ada data itu," ungkapnya.

Dengan demikian, lanjut dia, bisa jadi itu tidak benar atau memang tidak dilaporkan oleh pihak RS ataupun Mer-C yang melakukan pemeriksaan.

"Jadi kalau ada yang melakukan swab di suatu lembaga, tapi tidak dilaporkan ya tidak masuk juga. Jadi kami tidak bisa memastikan," ucapnya.

 

Meski demikian, pihaknya telah berkirim surat kepada pihak RS Ummi Bogor perihal hasil swab test milik pasiennya atas nama Mohammad Rizieq Shihab itu.

"Kami sudah menyurati RS Ummi. Yang perlu kami ketahui adalah bagaimana SOP (Standard Operational Procedure) penanganan pasien Covid-19 di RS Ummi," kataya.

Kemudian, lanjut dia, bagaimana peran dokter penanggungjawab RS Ummi dan bagaimana kronologi masuknya Habib Rizieq Shihab di RS Ummi.

"Dari situ kan bisa diketahui statusnya seperti apa. Menurut saya itu tidak memenuhi kewenangan, karena itu kordinasi sehari-hari antara pemkot dan RS," ungkapnya.

Tak hanya itu, Bima juga menegaskan, bahwa Pemkot Bogor tidak pernah mempublikasikan data pasien.

"Sampai saat ini, kecuali walikota, yang lain tidak. Hanya lapor secara internal saja. Jadi yang diperlukan data penanganan, data jumlah swab dan data lain," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini