Ditanya soal Kasus Lama Habib Rizieq, Begini Reaksi FPI

Helmi Syarif, Koran SI · Kamis 03 Desember 2020 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 338 2321018 ditanya-soal-kasus-lama-habib-rizieq-begini-reaksi-fpi-varTSOdfcv.jpg Habib Rizieq Shihab (Foto: Sindonews)

JAKARTA – Front Pembela Islam (FPI) enggan menanggapi pernyataan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang menegaskan akan menyelesaikan kasus yang belum terselesaikan termasuk kasusnya Rizieq Shihab. Diketahui, ada sejumlah kasus Habib Rizieq di Polda Metro.

“Saya tidak mau menanggapi hal itu,” kata kuasa Hukum FPI Ichwan Tuankota saat dihubungi SINDOmedia, Kamis (3/12/2020).

Dia menegaskan, sampai saat ini pihaknya belum mendengar adanya hal tersebut. Sementara dari data yang berhasil dihimpun SINDO Media, kasus yang menimpa Rizieq Shibab dimulai dari kasus logo palu-arit pada mata uang rupiah. Penodaan agama yang dilaporkan Forum Mahasiswa Pemuda Lintas Agama pada 30 Desember 2016 dengan status terlapor.

Ceramah soal palu arit di uang baru dan diunggah ke Youtube, dilaporkan pada 10 Januari 2017 dengan status terlapor, kasus chat berkonten pornografi statusnya tersangka sejak Mei 2017, kendati di-SP3, namun bisa dibuka kembali. Kemudian, penodaan agama dalam ceramah di Jakarta Timur, dilaporkan pada 27 Desember 2016 dengan status terlapor.

Baca Juga: Kabareskrim Sebut Demo dan Habib Rizieq Penyebab Meningkatnya Covid-19 

Rizieq juga tersangkut kasus di sejumlah Polda lainnya, seperti di Polda Jawa Barat adalah, dugaan penghinaan terhadap budaya Sunda. Di mana, dirinya memplesetkan salam Sunda 'Sampurasun' dilaporkan pada 24 November 2015 dengan status terlapor. Kasus penguasaan tanah ilegal di Megamendung, Cisarua, Bogor laporan ke Bareskrim pada 19 Januari 2016 status terlapor.

Selain itu, kasus penodaan Pancasila yang dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri pada 27 Oktober 2016 dan dinyatakan SP3 pada 30 Januari 2017. Status terakhir: tersangka. Namun, kasus dugaan penodaan Pancasila di Polda Jawa Barat yang dilaporkan pleh Sukmawati Soekarnoputri membuat Habib Rizieq Syihab menyandang status tersangka telah dihentikan (SP3). Penyidik beralasan penghentian ini dilakukan karena tidak cukup bukti.

Baca Juga: Seruan Habib Rizieq Hijrah ke Sistem Tauhid, PDIP: Bisa Saling Berkelahi 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini