Polisi: Tenda Pernikahan Putri Habib Rizieq Wujud Persiapan Sambut Banyak Orang

Helmi Syarif, Koran SI · Jum'at 04 Desember 2020 08:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 338 2321399 polisi-tenda-pernikahan-putri-habib-rizieq-wujud-persiapan-sambut-banyak-orang-iWY6Zfak34.jpg Pernikahan putri Habib Rizieq Shihab (Foto: tangkapan layar media sosial)

JALARTA - Pemasangan tenda pada acara akad nikah anak Rizieq Shihab menjadi fokus utama kepolisian dalam mengusut kasus pelanggaran protokol kesehatan. Pengadaan tenda itu dinilai untuk mempersiapkan kedatangan banyak orang.

"Kira-kira tenda buat apa? Ya iya dalam rangka mempersiapkan banyak massa," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, Jumat (4/12/2020).

Tubagus belum memastikan jumlah undangan dalam acara akad nikah itu. Hanya saja, dia mengatakan pihaknya sudah mengantongi fakta bahwa ada persiapan untuk menerima estimasi massa dalam jumlah besar.

"Faktanya kan ada persiapan ada tendanya itu sebagai wujud persiapan, kalau misalnya enggak dipasang tenda atau enggak ada acara apa-apa masa iya orang masang-masang tenda," ungkapnya.

Baca Juga:  Dipanggil Polisi, Tukang Tenda Pernikahan Putri Habib Rizieq Mangkir

Tubagus tidak menegaskan tenda bisa dijadikan sebagai alat bukti. Tubagus mempersilakan semua orang menilai hal tersebut. "Silakan diambil kesimpulannya lah," ucapnya.

Penyidik Sudit Keamanan Negara (Kamneg) beberapa kali sudah berupaya memeriksa pegawai tenda, baik sopir, kernet hingga petugas pemasang tenda. Namun, belum ada satu pun yang memenuhi panggilan.

Begitu juga Rizieq yang absen panggilan pemeriksaan pada Selasa, 1 Desember 2020. Penyidik telah menjadwalkan ulang pemeriksaan pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu pada Senin, 7 Desember 2020.

Akad nikah anak Rizieq dan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 14 November 2020 ramai didatangi pengikut Rizieq. Banyak jamaah yang berkerumun, tidak menjaga jarak, dan berpotensi meningkatkan penyebaran Covid-19.

Sejumlah peserta juga kedapatan tidak menggunakan masker. Banyak pula peserta acara menggunakan masker tak sesuai ketentuan, seperti digunakan di bawah dagu. Akibatnya, terjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di lokasi tersebut.

Baca Juga:  Pemerintah dan Rizieq Shihab Sama-Sama Diuntungkan Jika Berdialog

Polisi menyatakan ada unsur pidana dalam pelanggaran protokol kesehatan tersebut. Kini, polisi tengah mencari tersangka yang bisa dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dengan ancaman kurungan satu tahun atau denda Rp100 juta.

Lalu, Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan untuk Melakukan Kekerasan dan Tidak Menuruti Ketentuang Undang-undang, dengan ancaman enam tahun penjara atau denda Rp4.500. Pasal 216 Ayat (1) KUHP tentang Menghalang-halangi Ketentuan Undang-undang, dengan ancaman pidana penjara empat bulan dua minggu atau denda Rp9.000.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini