Buru Pembuat Adzan Jihad, Kapolda Metro: Kita Kejar Sampai ke Lubang Tikus

Helmi Syarif, Koran SI · Jum'at 04 Desember 2020 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 338 2321656 buru-pembuat-adzan-jihad-kapolda-metro-kita-kejar-sampai-ke-lubang-tikus-tEipya0ydZ.jpg Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku pembuat hingga penyebar adzan 'Hayya Allal Jihad'. Bahkan, dia berjanji akan mengejarnya hingga ke lubang tikus.

“Akan kami kejar terus, mau sembunyi di lubang tikus akan tetap saya kejar,” kata Fadil kepada wartawan, Jumat (4/12/2020).

Diketahui, pihaknya telah menangkap salah seorang pelaku penyebar massif adzan ajakan jihad tersebut. pelaku yang ditangkap adalah seorang pria berinisial H (22).

Baca juga:

Viral Adzan Hayya Alal Jihad, Habib Syech: Jangan Terprovokasi dan Jangan Diikuti!

 Dewan Masjid Indonesia Desak Polisi Usut Kasus Seruan Jihad Lewat Adzan

Mengejutkan, Ini Alasan Sekelompok Pemuda Serukan Jihad Lewat Adzan

Tersangka H ditangkap di Cakung, Jakarta Timur, pada Kamis 3 Desember 2020. Dia ditangkap lantaran terbukti secara masif menyebarkan video provokatif azan Hayya Alal Jihad melalui akun Instagram @hashophasan.

"Pada tanggal 29 November 2020 pukul 22.19 WIB memposting empat video dengan narasi dari Ustaz Al-Ghifari Banten, Ponpes Habib Bahar, Pasuruan dan wilayah lain. Semua #seruan #jihad #muslim,” tegasnya.

Dari hasil penyidikan sementara, diketahui bahwa H memperoleh video azan Hayya Alal Jihad dari grup WhatsApp Forum Muslim Cyber One (FMCO News). Kekinian, penyidik masih mendalami pelaku pembuat video azan Hayya Alal Jihad hingga keterlibatan grup WhatsApp FMCO News dalam kasus tersebut.

"Kami terus profiling siapa pembuat ini, kita terus lakukan penyelidikan," katanya.

Kini, penyidik telah menetapkan H sebagai tersangka. Dia dipersangkakan dengan Pasal 28 Juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 156a KUHP dan atau Pasal 160 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini