Soal Penangguhan Penahanan, Ini Kata Kuasa Hukum Ustadz Maheer

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Jum'at 04 Desember 2020 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 338 2321851 soal-penangguhan-penahanan-ini-kata-kuasa-hukum-ustadz-maheer-1ch3JIObEJ.jpg Foto: Illustrasi Sindo

JAKARTA - Ustadz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata, resmi ditahan di Rutan Bareskrim Polri. Kuasa Hukum Pertimbangkan lakukan penangguhanan penahanan terhadap Ustadz Maaher.

Kuasa Hukum Ustadz Maaher At-Thuwailibi, Juju Purwantoro mengatakan bahwa penangguhanan penahanan hanya sikapnya normatif dan bisa diajukan setiap saat.

“Kalau namanya penangguhanan kan sikapnya normatif, jadi sifatnya setiap saat bisa kita ajukan,” ujar Juju saat dihubungi Okezone di Jakarta, Jumat (4/12/2020).

Baca juga:

Ustadz Maaher Diringkus, FPI Ungkit Nama Ade Armando, Denny Siregar dan Abu Janda

Polri Dalami Motif Ujaran Kebencian dan SARA Ustaz Maaher

Polri Ungkap Kata Kunci Kasus Ustaz Maaher: 'Cantik' dan 'Jilbab'

Juju menuturkan, sejauh langkah yang dilakukan dirinya adalah berupaya agar terjadi rekonsiliasi antara kliennya terhadap pelapor bernama Waluyo Wasis Nugroho.

“Ya pada waktu pemeriksaan kita sudah upayakan ajukan kalau memang sedapat mungkin, didamaikan kedua belah pihak artinya di rekonsiliasi jauh lebih baik, dan tentu kita menghindari sengketa. Jadi sesuaikan diluar luar pengadilan jadi lebih baik sebenernya dan kita rencanakan begitu,” tegasnya.

Selain itu, langkah rekonsiliasi atau perdamaian sengaja ditekankan karena Ustadz Maaher At-Thuwailibi statusnya masih tahanan Polri.

“Ya perdamaian kan pasti, karena statusnya masih tahanan Polri. Sehingga masih dimungkinkan upaya-upaya,” tukasnya.

 

Sebagaimana diketahui Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menahan Ustadz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata di Rutan Bareskrim Polri selama 20 hari ke depan.

Ustadz Maaher ditangkap di kediamannya di kawasan Bogor pada Kamis 3 Desember 2020 kemarin sekira pukul 04.00 WIB. Ia ditangkap atas dasar laporan seseorang bernama Waluyo Wasis Nugroho pada 27 November lalu.

Ia dinilai melakukan ujaran kebencian bernuansa SARA terhadap salah seorang kiyai Nahdlatul Ulama (NU), Habib Luthfi bin Yahya.

Sehingga Ustadz Maaher ditangkap atas dugaan penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) melalui media sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45a Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini