Warga Binaan Lapas Paledang Lepas Rindu dengan Keluarga di Tengah Pandemi Covid-19

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Sabtu 05 Desember 2020 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 05 338 2322157 warga-binaan-lapas-paledang-lepas-rindu-dengan-keluarga-di-tengah-pandemi-covid-19-0CwU2sA2GE.jpg Foto: Okezone/Putra Ramadhani.

BOGOR - Pertemuan atau aktivitas melalui daring menjadi alternatif masyarakat untuk bertemu antara satu sama lain di tengah pandemi covid-19. Hal itu bertujuan untuk mengedepankan protokol kesehatan dengan menjaga jarak agar tidak terpapar virus.

Rupanya, cara itu juga digunakan oleh warga binaan di dalam Lembaga Pemasyrakatan (Lapas) Paledang Kelas IIA Bogor untuk melepas kerinduannya dengan keluarga. Karena, belum diperbolekan adanya kunjungan dari keluarga warga binaan ke Lapas.

BACA JUGA: Lapas Paledang Musnahkan Ratusan Handphone yang Ditemukan di Sel Tahanan

"Bagi keluarga yang mau menjenguk kami kasih link-nya. Ini cara kita agar mereka tetap bisa bertemu," kata Kepala Lapas Kelas IIA Paledang Bogor, Teguh Wibowo kepada wartawan, Sabtu (5/12/2020).

Secara bergantian, warga binaan dipersilakan untuk menggunakan 5 unit laptop untuk berbincang dengan keluarganya secara daring di ruangan khusus. Sistem ini sendiri mengikuti waktu normal penjengukan yaitu mulai dari pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB.

"Ya pada intinya kami memang belum membuka kunjungan terhadap warga binaan. Mengirim makanan pun juga tidak bisa. Upaya kami mencegah penularan covid-19 di dalam Lapas," ungkapnya.

BACA JUGA: 534 Warga Binaan Lapas Paledang Bogor Dapat Remisi Hari Kemerdekaan

Selain itu, upaya lain pencegahan penularan covid-19 di Lapas Paledang di antaranya dengan memberikan program asimilasi terhadap 158 warga binaan sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 10 Tahun 2020, Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI No.M.HH-19 PK.01.04.04 Tahun 2020, dan Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-497.PK.01.04.04 Tahun 2020.

"Dengan adanya pengeluaran narapidana di dalam lapas dan rutan di seluruh Indonesia khususnya di Lapas Paledang, diharapkan dapat mencegah dan menanggulangi penyebaran virus," tutup Teguh.

Untuk diketahui, Lapas Paledang saat ini mengalami over kapasitas mencapai dua kali lipat dari daya tampung. Semestinya Lapas Paledang dihuni 394 orang, tapi kini jumlahnya sebanyak 737 orang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini