6 Laskar Tewas Ditembak Polisi, FPI Berencana Akan Lapor ke Komnas HAM

MNC Media, · Senin 07 Desember 2020 17:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 338 2323296 6-laskar-tewas-ditembak-polisi-fpi-berencana-akan-lapor-ke-komnas-ham-jgl5s8siJw.png Sekretaris Umum FPI, Munarman (foto: tangkapan layar)

JAKARTA - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman menyebut salah satu laskar yang mengawal Habib Rizieq Shihab, sempat mengirimkan rekaman suara atau voice note sesaat setelah tertembak. Dia menyebut voice note itu berisi rekaman suara rintihan laskar yang tertembak.

Hal itu diungkapkan Munarman dalam konferensi pers di Sekretariat DPP FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (6/12/2020).

Baca juga:

6 Laskar FPI Tewas Ditembak, Polri Akan Jemput Paksa Habib Rizieq

FPI Belum Dapat Akses Lihat Jenazah 6 Anggota Laskar yang Ditembak Mati

  Rekaman Pengawal Habib Rizieq Serang Polisi, Munarman: Itu Suara Laskar FPI Kesakitan Tertembak!

Dia menegaskan laskar FPI pengawal Habib Rizieq tak menyerang polisi terlebih dahulu seperti yang diumumkan oleh Polda Metro Jaya.

"Dalam rekaman itu ada suara rintihan mengaduh kesakitan hanya beberapa detik," ucap Munarman.

Dia mengatakan, belum menerima secara langsung rekaman suara itu. Tapi Munarman memastikan rekaman suara itu berasal dari komandan pengawal Habib Rizieq.

"Voice note itu saya sendiri belum dapat, tapi rekaman tersebut dari komandan yang mengawal HRS," ujarnya.

Dalam konferensi pers itu, Munarman meragukan informasi polisi setelah mengecek langsung ke lokasi yang diduga terjadi penembakan. Menurutnya tak ada jenazah dan keramaian di lokasi yang disebut berada dekat dengan pintu Tol Karawang Timur.

"Saya sendiri bersama teman-teman memeriksa langsung di lapangan, tak ada jenazah, tak ada keramaian hanya ada polisi. Kalau ada tembak menembak pasti ada jenazah dan proses evakuasi," kata Munarman.

Munarman mengatakan, informasi polisi yang menyebut ada tembak menembak merupakan fitnah. Begitu pula dengan pernyataan polisi yang menyebut laskar FPI memiliki senjata api.

Dia menyebut ini merupakan upaya memutarbalikkan fakta yang tidak pada tempatnya. Selain itu dia menjelaskan FPI maupun orangtua korban belum mendapatkan akses terhadap jenazah.

"Pengumuman adanya tembak menembak itu kami sebut fitnah. Fitnah juga jika menyebut laskar punya senjata api. Apalagi sampai saat ini kami tak ada akses," ucapnya.

Munarman menyebut kematian enam orang Laskar FPI tersebut sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat. Karenanya, dia akan menempuh seluruh upaya hukum atas kasus tersebut.

"Karena ini aparat negara yang melakukan, maka hal ini pelanggaran HAM berat. Kita akan berupaya (melapor ke Komnas HAM)," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini