Share

FPI Minta Semua CCTV di Lokasi Penembakan 6 Laskar Diungkap

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 09 Desember 2020 07:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 09 338 2324231 fpi-minta-semua-cctv-di-lokasi-penembakan-6-laskar-diungkap-emn6caIc8f.jpg Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar meminta pihak kepolisian untuk membuka semua temuan rekaman kamera pengawas atau CCTV yang ada di sekitar lokasi penembakan terhadap 6 anggota laskar FPI.

Hal itu diungkapkan Aziz menanggapi perihal rekaman CCTV di Gerbang Tol Kerawang Timur yang disebut berfungsi normal saat kejadian. "Yang jelas bukti dan petunjuk harus dibuka semua," kata Aziz kepada Okezone, Rabu (9/12/2020).

Baca Juga: 6 Laskar FPI Ditembak, Polisi Kumpulkan Alat Bukti Termasuk CCTV Tol Karawang Timur

Aziz mengatakan, pengungkapan CCTV tersebut penting dilakukan untuk melihat jelas bagaimana peristiwa penembakan tersebut terjadi. "Karena nyawa manusia ini masalahnya," kata Aziz.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan, petugas sedang mengumpulkan semua rekaman CCTV di sekitaran lokasi penembakan terhadap 6 anggota FPI termasuk CCTV Gerbang Tol Kerawang Timur yang disebut berfungsi.

"Semua yang bisa dijadikan alat bukti (dikumpulkan)," kata Yusri saat dikonfirmasi Okezone.

Menurut Yusri, saat ini pihak kepolisian masih mengumpulkan rekaman CCTV yang ada di sekitar penembakan. Nantinya semua akan didalami terkait dengan kasus tersebut.  "Kan sudah, penyidik sedang mengumpulkan CCTV untuk didalami," ungkapnya.

Baca Juga: Selidiki Penembakan Laskar FPI, Propam Cek Apakah Tindakan Polisi Sesuai SOP

Sayangnya, Yusri tidak merinci lokasi rekaman CCTV mana saja yang sudah dikumpulkan sejauh ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone, CCTV yang berada di GT Karawang Timur berfungsi. Namun ada sebagian CCTV lain yang mengalami kerusakan hal itu dibenarkan oleh pihak Jasa Marga.

Direktur Utama PT Jasa Marga Toll Road Operator Raddy Lukman mengatakan CCTV di sepanjang KM 49+00 hingga KM 72 mengalami kerusakan sejak Minggu, 6 Desember 2020. Kerusakan CCTV lantaran gangguan pada link jaringan backbone CCTV atau fiber optik di KM 48/600.

"Setelah mendapat laporan adanya gangguan CCTV offline, petugas di kantor cabang Jakarta-Cikampek pada hari Minggu 6 Desember 2020 pada pukul 06.00 WIB melaporkan kepada tim inspeksi melakukan penyisiran mencari lokasi penyebab masalah tersebut," kata Raddy kepada Okezone.

Raddy menjelaskan, sejak kerusakan tersebut pihak Jasa Marga sudah berupaya untuk melakukan perbaikan namun terkendala cuaca hujan sehingga perbaikan tak bisa dilakukan.

"Karena kondisi saat itu hujan dan pertimbangan kondisi lalu lintas, perbaikan tidak dapat dilakukan sampai tuntas karena lokasi gangguan jaringan backbone tersebut berada di tengah median jalan," kata Raddy.

"Sehingga perbaikan baru dapat diselesaikan pada hari senin 7 Desember 2020 pada pukul 16.00 WIB," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini