Perayaan Tahun Baru Dilarang, DPRD DKI: Sebaiknya di Rumah Saja

Komaruddin Bagja, Sindonews · Kamis 10 Desember 2020 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 338 2325171 perayaan-tahun-baru-dilarang-dprd-dki-sebaiknya-di-rumah-saja-2RkG6FYm1M.jpg Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik menyambut baik adanya larangan perayaan pergantian tahun baru oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan Polda Metro Jaya. Menurutnya, apabila tetap dibolehkan maka akan banyak kerumunan yang mempermudah penularan Covid-19.

"Karena kondisi Covid kan enggak boleh ada kerumunan, rayakan di rumah masing-masing saja. Sebaiknya di rumah juga jaga jarak dan habiskan waktu liburan bersama keluarga," ujar Taufik di Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Baca Juga:  Penyakit Tak Menular "Silent Killer" di Masa Pandemi Covid-19

Sebelumnya diberitakan, melalui surat edaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 900/SE/2020 tentang Tertib Operasional Tempat Usaha Pariwisata Pada Malam Pergantian Tahun Baru 2020/2021 sesuai dengan pembatasan sosial berskala besar masa transisi di Provinsi DKI Jakarta, Dinas Parekraf DKI bersama Polda Metro Jaya setelah rapat koordinasi, melarang adanya perayaan pergantian tahun di hotel maupun tempat wisata.

"Tidak diperkenankan untuk melakukan perayaan kegiatan malam tahun baru 2020-2021 yang berpotensi menciptakan kerumunan atau keramaian pada kegiatan masing-masing," kata Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya.

Kegiatan operasional usaha pariwisata yang dinyatakan boleh beroperasi diminta untuk mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  Catat! Pemprov DKI Larang Tempat Wisata Adakan Kegiatan Malam Tahun Baru

Ia menambahkan, tim satuan tugas penanganan Covid-19 internal yang berada pada usaha hotel dan restoran diminta untuk melaksanakan tugas pengawasan serta menjamin tidak terjadinya kerumunan dan mendisiplinkan tamu atau pengunjung terhadap protokol kesehatan Covid-19.

"Seluruh usaha pariwisata diminta mentaati ketentuan jam operasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menindak tegas sesuai ketentuan apabila terjadi pelanggaran protokol kesehatan," tegasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini