Share

Kapolda Metro: Kalau Abaikan Kerumunan, Sama Saja Membiarkan Kita Saling Membunuh

Ari Sandita Murti, Sindonews · Jum'at 11 Desember 2020 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 338 2325721 kapolda-metro-kalau-abaikan-kerumunan-sama-saja-membiarkan-kita-saling-membunuh-Lo3ogThD3d.jpg Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran mengatakan, polisi bakal menindak tegas pelaku-pelaku kerumunan di masa pandemi Covid-19 ini. Apalagi, sampai menghasut orang untuk berkerumun, khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya ini.

Pasalnya, kata dia, berkerumun di masa pandemi itu bisa membuat masyarakat terular Covid, yang mana bisa mengantarkan masyarakat itu pada kematian. Semua itu, tak ubahnya dengan kasus pembunuhan dan bencana alam yang menimbulkan ratusan korban jiwa.

"Sama dengan kerumunan, sampai saat ini di Jakarta sudah ratusan meninggal karena Covid. Kalau kita terus membiarkan terjadinya kerumunan, itu namanya membiarkan kita saling membunuh," ujarnya pada wartawan, Jumat (11/12/2020).

Baca Juga: Soal Habib Rizieq, Fadli Zon Sindir Kapolda Metro "Luar Biasa Gagahnya"

Maka itu, ungkapnya, polisi bakal menindak tegas pelaku pelanggaran protokol kesehatan mengingat bahayanya sangatlah besar. Masyarakat pun diminta menghindari kegiatan kerumunan guna memutus mata rantai Covid-19.

"Mengapa kita harus perang melawan kerumunan dan pelaku hatespeach karena Jakarta ini harus aman dan sehat serta Insya Allah Indonesia kuat. Supaya prasyarat terjadi pertumbuhan ekonomi, biar presiden dan pemerintah fokus menjalankan roda kepemerintahan untuk membawa kita lebih maju untuk menjaga kita dan membawa kita keluar dari Covid-19, jadi itu," tuturnya.

Polisi, tambahnya, bakal menindak tegas pelaku pelanggaran aturan, apalagi pidana. Dengan begitu, iklim investasi perekonomian pun menjadi hidup. Pasalnya, pembangunan ekonomi membutuhkan kepastian hukum dan butuh keteraturan serta ketertiban sosial.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya baru saja menetapkan Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka penghasutan dan kerumunan. Tak hanya Rizieq, ada lima tersangka lainnya, yakni  Ketua Panitia Haris Ubaidillah (HU), Sekretaris Panitia Ali Bin Alwi Alatas (A), Penanggung Jawab Maman Suryadi (MS), Penanggung Jawab Acara Shabri Lubis (SL), dan Kepala Seksi Acara Habib Idrus (HI).

Baca Juga: Hadapi Ormas Pengganggu Ketertiban, Kapolda Metro: Tak Ada Gigi Mundur!

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini